Berfoto Pakai Simbol Dua Jari, Para ASN Disini Berurusan dengan Polisi


Berkasnya pun sudah dilimpahkan ke Polres Tanah Laut untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Penyidikan sudah kewenangan aparat kepolisian dengan rentang waktu 14 hari kerja. Kita tunggu bersama hasilnya,” ujarnya.Parahnya, tak hanya terjerat kasus hukum di Polres Tanah Laut, Panwas juga sebutnya akan menyampaikan berkas hasil penyelidikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta untuk sanksi administrasi. “Dalam waktu dekat kami rekomendasikan pula ke KASN untuk proses tindak lanjutnya,” sebutnya.Kasus ini terangnya, yang pertama di Kalsel naik sampai ke penyidikan Kepolisian pada tahapan Pilkada. Dia berharap, tak ada lagi kasus serupa yang dilanggar oleh ASN. “Sudah ada aturan yang mengatur netralitas ASN. Kami berharap ini tak terulang,” ujarnya.Untuk diketahui, kasus ini bermula adanya postingan di media sosial beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Tanah Laut.Mereka mengacungkan tanda salam dua jari yang kemudian memicu spekulasi.Calon Bupati Tanah Laut (Tala) nomor urut 1 Sukamta sendiri melakukan protes keras dalam jumpa pers di Jalan Pancasila, Selasa (10/4).Sukamta menduga, dua jari itu isyarat dukungan kepada calon lainnya, yakni rivalnya dalam Pilkada Tanah Laut 2018, Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar. Di Pilkada Tanah Laut, hanya ada dua pasangan calon ini.Sekretaris Daerah Tanah Laut Syahrian Nurdin menganggap simbol dua jari dalam berpose itu masih wajar. Bisa saja, salam dua jari ini bisa dimaknai sebagai tanda victory atau kemenangan yang umum diekspresikan dalam foto bersama. “Terlebih juga para pejabat itu sedang bermain tenis lapangan,” ucapnya.(mof/ard/ay/ran)

Komentar

Loading...