Hadehh.. Ada Saja Warga yang Pencuri Listrik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PENAJAM  –   PLN Rayon Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan razia meteran listrik pelanggan yang ada di wilayah Kelurahan Penajam, Kelurahan Nipah-Nipah dan Kelurahan Sungai Paret, Kecamatan Penajam, Senin (23/4). Razia yang dikawal oleh anggota Polres PPU tak hanya memeriksa meteran listrik rumah warga, tetapi meteran listrik sekolah juga tak luput dari pemeriksaan.

Supervisor Transaksi Energi PLN Rayon Petung Redi Rusadi mengungkapkan, penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) dilakukan setiap bulan untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggan. “Kita melakukan pengecekan meteran listrik pelanggan untuk memastikan apakah listrik itu digunakan sesuai dengan peruntukannya atau tidak dan untuk memastikan apakah ada yang melakukan tindakan pencurian listrik,” kata Redi Rusadi saat melakukan razia meteran listrik di Kelurahan Nipah-Nipah.

Saat razia meteran tersebut, PLN menemukan tiga pelanggan yang terbukti melakukan pelanggaran. Ketiga pelanggan tersebut melakukan penyambungan jaringan listrik secara illegal. “Pelanggan yang ditemukan melanggar aturan itu di satu kasus di Kelurahan Penajam dan dua kasus di Sungai Paret,” terangnya.

Warga yang terbukti melakukan pencurian listrik dikenakan sanksi pencabutan meteran. Redi Rusadi menyatakan, PLN akan memasang kembali meteran tersebut apabila yang bersangkutan membayar denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kalau sudah bayar denda, meterannya langsung kita pasang. Meteran yang dipasang itu adalah meteran baru sesuai dengan meteran sebelumnya. Kalau meteran yang lama pasca bayar, yang kita pasang juga pasca bayar,” jelasnya.

Tak hanya di Kecamatan Penajam yang ditemukan pelanggan yang melanggar, Redi Rusadi mengungkapkan, pihaknya juga menemukan enam kasus pelanggaran pemakaian listrik di Kecamatan Babulu pada bulan lalu. “Bulan lalu ada enam pelanggaran yang ditemukan. Ada yang ditemukan SR (sambungan rumah) langsung di instalasi. Jadi walaupun meterannya posisi mati, tapi lampu yang ada dalam rumah menyala,” terangnya.

Redi Rusadi menyatakan, pencurian listrik tersebut tak hanya melanggar aturan. Tetapi, penyambungan langsung ke instalasi listrik secera ilegal sangat berpotensi terjadi korsleting. “Penyambungan ilegal itu juga sangat berbahaya bagi pelanggan sendiri karena rawan terjadi korsleting,” tururnya. (kad/cal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment