Jokowi Bertemu dengan PA 212, PAN: Terlalu Dini

Rabu, 25 April 2018 - 13:14 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Langkah Presiden Joko Widodo alias Jokowi melakukan pertemuan tertutup dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Istana Bogor akhirnya terbongkar ke publik.

Pertemuan ini dilakukan secara tertutup buat semua pihak. Dalam pertemuan ini, perwakilan PA 212 dilarang untuk membawa alat rekam dan foto. Diketahui, Pemerintah dan organisasi berlafas Islam dan para tokoh atau ulama selama ini kurang begitu akur.

Menanggapi pertemuan Jokowi dengan PA 212, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan menilai, pertemua tersebut terlalu dini bila dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Kalau dilihat faktor pendekatan menuju Pilpres, menurut saya terlalu dini, karena tidak ada yang bisa menjamin siapapun itu dalam kaitan menentukan pilihan masyarakat pada saat pilpres,” kata Taufik Kurniawan di Gedung DPR RI, Rabu (25/4).

Namun, politisi asal Jawa Tengah itu tak mempermasalahkan pertemuan Jokowi dengan PA 212. Menurut Taufik Kurniawan, Jokowi sebagai Presiden memiliki hak untuk bertemu dengan siapa saja, bahkan organisasi apapun.

“Menurut saya siapapun Presiden kan boleh ketemua siapa aja. Sedangkan masalah sikap politik tentunya sekali lagi di dalam Pilpres inikan dilakasanakan secara langusng yang menentukan adalah rakyat,” ucapnya.

Selain itu, politisi PAN yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan, untuk menjaga keamanan negara jelang Pilkada serentak dan Pemilu 2019 adalah lengkah tepat yang diambil oleh Jokowi.

“Kalau itu konteksnya untuk menjaga kondusifitas, konteksnya untuk supaya tidak ada kegaduhan yang terlalu overhead gitu ya, itu sah-sah saja. Tapi kalau sudah mengarah dukung mendukung, ini menurut saya masih terlalu awal ya, terlalu dini,” jelasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo pada kemarin melakukan pertemuan tertutup dengan PA 212 di Masjid Istana Bogor. Namun, pertemuan tersebut berhasil dibocorkan oleh pihak Pemerintah lewat foto-foto pertemuan dua belah pihak. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *