Kawanan Pencuri ini Nyolong Kabel Perusahaan Seharga Rp 1,1 Miliar

Rabu, 25 April 2018 - 09:02 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Aparat Polsek Semayang Balikpapan akhirnya meringkus tiga sindikat pencurian kabel power supplydi lapangan produksi South Mahakam milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Ketiga kawanan pencurian tersebut diamankan di kediamannya masing-masing di Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, 11 April lalu.

Barang bukti kabel dengan panjang 56 meter dan diameter 3,5 inci beserta speedboat milik tersangka diamankan di Polsek Semayang Balikpapan. Dalam aksinya yang sudah beberapa kali itu, diakui, aksi inilah yang terbanyak. Akibat aksi tersebut, PT PHM ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 1,132 miliar.

Kapolres Balikpapan melalui Wakapolsek Semayang AKP Ratno menyampaikan, kejadian berawal pada 31 Maret. PT PHM melaporkan bahwa terjadi pencurian di area produksinya, tepatnya di platform MD 1. Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap siapa pelaku pencurian. Polisi akhirnya meringkus ketiga tersangka, yakni Bahtiar alias Ancong selaku eksekutor, Burhan alias Acos, dan M Alwi selaku penadah. “Para tersangka akan kita jerat masing-masing dengan Pasal 363 dan 480 KUHP. Ancaman kurungan lima tahun penjara,” kata Ratno.

Awalnya, kata Ratno, pihaknya hanya membuat pengaduan saja karena tidak ditemukan barang bukti yang diserahkan. Namun, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), akhirnya PHM menemukan kabel sepanjang 56 meter yang dibagi menjadi dua bagian. Bangkai speedboat tersangka yang tenggelam akibat ditabrak nelayan yang mengetahui aksi jahatnya juga jadi bukti. “Selain mengamankan barang bukti kabel, kami juga mengamankan satu speedboatberbahan fiber beserta mesinnya 4 pk yang dipakai untuk mencuri kabel tersebut. Di tempat lain, kami mengamankan puluhan kabel tembaga yang sudah dikupas dari kulitnya yang diduga sudah dijual,” tambahnya.

Penyidik Pembantu Polsek Semayang Aipda Arif Budiono menambahkan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Masih ada tiga orang lagi yang diduga anggota tersangka dan kini masih dalam pengejaran. Masing-masing berinisial Ars, Jn, dan Yy. Dari pengakuan tersangka, sudah ratusan kilo yang dijual ke Surabaya dan per kilo dihargai Rp 70–75 ribu. “Mereka melakukan aksinya malam hari, dari Kampung Baru menuju platform kurang lebih dengan jarak 75 mil dari pantai. Dengan menggunakan gergaji besi, kabel dipotong lalu ditarik menggunakan pelampung agar kabel tidak tenggelam,” jelasnya. (*/snd/iza/k11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.