Pemda Dianggap tidak Becus Bekerja

Rabu, 25 April 2018 - 08:11 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA-  Pemkot Samarinda seolah kehabisan ide untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di Simpang Empat Sempaja. Bagaimana tidak, bertahun-tahun banjir di kawasan tersebut hingga kini belum bisa diatasi. Setiap kali hujan, genangan selalu terjadi.

Meski hujan dengan intensitas sedang dan waktu yang tidak terlalu lama, hujan mampu membuat kawasan ini menjadi sungai dadakan. Kondisi itu sudah barang tentu menyulitkan warga yang kebanyakan para pedagang dan para pengendara yang melintas.

Seperti yang terjadi Senin (23/4), hujan yang menguyur pada pukul 15.00 Wita membuat kawasan padat lalu lintas itu kembali terendam. Proyek penanggulangan banjir yang telah selesai dikerjakan pemerintah yang digadang-gadang bakal bisa mengentaskan permasalahan banjir tak sepenuhnya berhasil. Buktinya, di kawasan ini tetap saja “calap”.

Ketinggian air terparah terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim I dan II hingga Simpang Tiga Jalan Padat Karya, Samarinda Utara. Di sini ketinggian air berkisar antara 15-30 sentimeter.
Untuk bisa melewati jalur tersebut, pengendara harus berpikir ulang. Tak jarang beberapa kendaraan terjebak dan mogok di tengah jalan. Sebagian lagi memilih jalan kaki untuk tetap bisa melanjutkan perjalanan.

Iskandar (36), salah seorang pemilik toko yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim I sangat heran, sebab hujan dengan intesitas sedang dan dengan waktu yang singkat selalu menggenangi kawasan tersebut.

“Banjir di tempat ini tidak pernah ada solusinya, jangankan hujan lebat, rintik saja sudah banjir,” ucap Iskandar heran. “Dan ini hujannya juga tidak terlalu lebat, namun tetap saja banjir,” sesalnya.

Banjir di Jalan Wahid Hasyim I menyulitkan akses jalan menuju Puskesmas Sempaja dan kantor Dinas Pemadam Kebakaran (posko 2) yang lokasinya  bersebelahan. Di sini, air mencapai paha orang dewasa atau sekitar 1 meter.

“Dengan kondisi banjir yang kerap terjadi, jelas menyulitkan kami para petugas pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat,” ujar Imam, petugas posko 2.

Tak hanya para petugas pemadam kebakaran yang bakal mengalami kesulitan jika terjadi hal genting yang membutuhkan penanganan segera. Petugas medis yang ada di Puskesmas Sempaja pun bakal terkena imbasnya. Hal ini disebabkan banyaknya warga yang datang setiap harinya untuk berobat atau sekadar memeriksakan kesehatannya. “Ini masih untung banjirnya di sore hari, coba di pagi hari, bagaimana pasien yang datang ke puskemas,” geram Imam. (kis/nin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.