Program CSR Telkom Disebut Diskriminatif, Arief Poyuono Lakukan Pembelaan

Rabu, 25 April 2018 - 10:31 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Program corporate sosial responsibilty (CSR) PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) Telkom kembali dikritik oleh kelompok tertentu yang memiliki kepentingan.

Dalam kritik tersebut, Telkom dituduh melakukan diskriminatif dalam program CSR. Menurut Ketua Umum Forum Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono, isu seperti ini tidak perlu digubris oleh Kementerian BUMN.

“Itu isu murni hoax. Masa Telkom dituduh diskriminatif dalam menyalurkan dana CSR, dibilang program bantuan untuk gereja lebih besar daripada untuk pembangunan masjid. Itu jelas murahan,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/4).

Dikatakan Arief, Telkom merupakan perusahaan terbuka dan setiap kegiatan perusahaan mulai dari pengembangan usaha dan penyaluran CSR harus dilaporkan secara transparan ke publik. “Dan itu juga dipantau langsung oleh Kementerian BUMN,” ucapnya.

Arief malah curiga dengan kritik dari kelompok tertentu yang sengaja ‘menggoreng’ isu tersebut untuk kepentingan mereka. “Patut dicurigai pengguna isu pembagian CSR diskriminatif dan aksi demo ke Telkom muncul disaat akan RUPS. Tujuannya hanya untuk mendiskreditkan direksi Telkom,” sebutnya.

Bahkan, lanjut Arief, ada oknum-oknum tertentu dari dalam dan luar Telkom yang sengaja memainkan isu program CSR ini. “Patut dicurigai ada pihak luar dan dalam Telkom yang tidak puas dengan Direksi sehingga membiayai aksi demo, termasuk memainkan isu SARA. Pihak luar bisa saja dari bekas vendor Telkom yang sudah tidak lagi dilanjut kontrak kerjasamanya. Pihak dari dalamnya adalah orang yang ingin jadi direksi Telkom,” jelasnya.

“Karena tidak mampu mendiskreditkan Direksi Telkom dengan masalah kinerjanya, maka digunakan isu isu tuduhan SARA. Tadinya mengunakan isu-isu rusaknya satellite Telkom 1 serta masalah perusahaan Perancis Sofrecom yang sudah diputus kontraknya oleh Telkom ,” tutup Arief. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.