Komitmen Jadikan Toraja Wilayah Kopi, Mentan Bagikan Jutaan Bibit Tanaman Kebun

Kamis, 26 April 2018 - 06:58 WIB

FAJAR.CO.ID, TORAJA– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melihat Tana Toraja punya potensi besar dibidang perkebunan terutama kebun kopi dan kakao. Pria asal Bone itu berkomitmen untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah kopi.

“Kami ingin jadikan kabupaten ini (Tana Toraja dan Toraja Utara) kabupaten kopi,” jelas Amran.

Sebagi tindak lanjut, kata Amran, Kementrian Pertanian (Kementan) untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan akan diberikan sekitar 4 juta batang bibit tanaman perkebunan atau tepatnya 4.033.850 batang bibit. Bibit itu terdiri dari  bibit kopi 1.680.000 batang, kakao 1.430.000 batang, lada 510.000 batang, pala 150.000 batang dan cengkeh 175.000 batang. Untuk kopi, Kabupaten Tana Toraja sendiri mendapatkan 500.000 bantang bibit. Sama juga seperti Kabupaten Toraja Utara.

“Kita menjadikan kopi menjadi unggulan Tator bahkan dunia sudah mengenal kopi Tator. Kita dorong seterusnya,” terang Amran.

Amran menambahkan, produksi benih bantuan komoditas ini akan dilaksanakan bertahap. Karena proses produksi benih ini menggunakan teknologi yang mampu menghasilkan tanaman dalam umur produksi lebih cepat melalui teknologi sambung pucuk seperti komoditas kakao.

“Untuk saat ini, rata-rata produktifitas tanaman kopi di Indonesia hanya mencapai kurang lebih 600 kg/ha/ton. Dukungan pemerintah terutama dalam hal bibit dan pendampingan diharapkan mampu mendongkrak produktifitas ke angka 3-4 ton/ha /tahun,”ujarnya.

Dalam lanjutan kunjungannya ke Tana Toraja, Menteri Amran sepat melakukan peninjauan serta penanaman bibit kopi di wilayah tersebut, tepatnya Kecamatan Gandang Batu Sillan. Dalam diskusinya dengan para petani setempat, Amran sempat dikagetkan dengan adanya petani yang mampu mengemas kopi yang siap jual. Sebelumnya selama ini tanaman kopi djual hanya dalam produk mentah saja.

Nurhidayah, seorang wanita anggota Kelompok Wanita Tani Bedallean, sudah menerapkan bisnis pengilahan kopi secara lebih profesional. Dirinya mampu mengemas kopi toraja ke dalam kemasan yang sudah siap jual.

“Kami apresiasi Bupati Tana Toraja, ini luar biasa, ada home industri yang berada di tengah hutan Tana Toraja. Kami bangga dengan Bupati, PPL nya, petaninya,”ujar Amran.

Selain itu, Amran sempat mendeklarasikan brand kopi Toraja yang nanti akan dipatenkan dengan nama “Kopi Jantan Toraja”. “Oleh karena itu kami datang kesini karena ingin memberikan bantuan bibit kopi, komudian kita mengajari dan mengedukasi mereka budidaya, kemudian juga processingnya. Kami membayangkan nanti dari kelompok tani langsung supermarket bahkan langsung ekspor. Inilah harapan bapak Presiden,” jelas Amran kepada awak media.

Pengembangan pertanian di Indonesia, kata Amran selalu memperhatikan peningkatan kesejahteraan petani.  Saat ini tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas.

Bagaimana menciptakan pengembangan pertanian di Indonesia berdasatrkan keunggulan komparatif suatu wilayah dengan memperhatikan kesesuaian agroclimate – nya. “Added valuenya (kopi toraja) kalau dijual kiloan hanya 30 ribu tapi kalau dijual kemasan seperti ini harganya di tingkat petani 250 ribu. Insyaallah kami akan keluarkan sk khusus untuk penghasil kopi Indonesia,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.