Tiga Mahasiswa Tewas Direndam Air Keras, Diduga Sengaja Dihabisi

Kamis, 26 April 2018 - 05:39 WIB
Bentuk belasungkawa teman-teman dan kerabat tiga mahasiswa yang direndam air keras. (Foto: AFP)

FAJAR.CO.ID — Setelah hampir lima pekan tak ada kabar, tiga mahasiswa perfilman di University of Audiovisual Media di Meksiko ditemukan tewas mengenaskan. Diduga mereka diculik, lalu disiksa, dibunuh, dan direndam di dalam larutan asam.

Kasus ini mendapat protes keras atas perlindungan yang buruk terhadap para mahasiswa tersebut.

Ketiga mahasiswa yang tewas mengenaskan tersebut antara lain Salomon Aceves Gastelum, 25; Daniel Diaz, 20; Marco Avalos, 20. Mereka hilang sejak 19 Maret 2018.

Ketiganya saat itu sedang mengerjakan proyek film yang dibuat di luar Guadalahara, yaitu kota kedua Meksiko. Para saksi mengatakan, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar enam hingga delapan orang.

Lalu orang-orang itu memaksa mereka masuk ke mobil dan melarikan diri. Kepala penyelidik, Lizette Torres mengatakan, para penculik pelajar film itu diyakini adalah anggota yang terlibat narkoba Jalisco New Generation. Sindikat kejahatan yang kuat yang berbasis di bagian barat kampus mereka.

“Tidak ada indikasi para mahasiswa memiliki hubungan dengan pengedar apa pun,” katan Torres seperti dilansir Channel News Asia, Selasa, (24/4).

Namun mereka percaya, salah satu siswa memiliki seorang kerabat yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan mereka bersaing. Kemungkinan pembunuhan ini merupakan tindakan balas dendam.

Kematian ini terungkap setelah penyelidik menyita tiga tong penuh dengan asam dari sebuah rumah di Kota Tonala, tempat para siswa sedang syuting. “Saat ini sedang dilakukan tes DNA untuk memastikan identitas mahasiswa,” terang Torres.

Tokoh-tokoh dunia film Meksiko seperti sutradara pemenang Oscar Guillermo Del Toro dan Alfonso Cuaron mengecam keras kejadian ini. Saat ini ada lebih dari 33 ribu orang hilang di Meksiko.

Kasus orang hilang sering tidak terpecahkan. Lebih dari 90 persen kejahatan kekerasan tidak pernah dihukum di Meksiko. (ce1/iml/trz/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *