Tiongkok Pamer Armada Perang, Taiwan dan Jepang Berang

Kamis, 26 April 2018 - 01:34 WIB
armada angkatan laut Tiongkok. (foto: reuters)

FAJAR.CO.ID — Kantor berita Xinhua pada Senin malam (23/4/2018) melaporkan bahwa latihan perang militer Tiongkok dengan melibatkan kapal induk Liaoning sudah berlangsung selama 10 hari. Sayangnya, tidak ada keterangan tentang lokasi pasti latihan perang tersebut.

’’Liaoning berpartisipasi dalam latihan perang yang melibatkan angkatan laut dan angkatan udara di Laut China Timur. Kami juga melakukan simulasi perang dengan musuh. Pasukan kami berlatih merespons serangan yang datang dari udara dan serangan yang datang dari kapal selam.’’ Demikian bunyi keterangan resmi militer Tiongkok sebagaimana disebarluaskan Reuters, Selasa (24/4/2018).

Beberapa jet tempur J15 milik Tiongkok juga berlatih mendarat dan lepas landas dari Liaoning dalam latihan perang Minggu (22/4/2018).

Liaoning merupakan kapal induk kebanggaan Negeri Panda. Sebab, kapal induk itu diciptakan ulang oleh para pakar militer dan senjata Tiongkok. Kabarnya, kapal induk era Perang Dunia II itu dibeli dari Ukraina.

Sebelum sampai Laut China Timur, Liaoning dan armada yang diusung berkeliling di wilayah barat Samudra Pasifik. Kapal induk itu juga melintasi Laut China Selatan dan Selat Taiwan.

Saat Liaoning melewati Selat Taiwan, Taipei sempat melontarkan kritik. Taiwan menuduh Tiongkok melakukan provokasi dengan mengirimkan Liaoning ke perairan yang memisahkan dua wilayah tersebut.

Di tiap titik hentinya, menurut Channel News Asia, Liaoning tidak sekadar singgah. Militer Tiongkok juga berlatih perang di sana.

Termasuk di Laut China Selatan. Bahkan, saat itu Presiden Xi Jinping menyempatkan diri untuk menginspeksi jalannya latihan perang di atas kapal induk tersebut.

Hal itu mengundang protes dari negara-negara tetangga yang berbagi perairan dengan Tiongkok.

Jika Taiwan menganggap latihan perang di atas Liaoning tersebut sebagai intimidasi, Jepang malah menyebutnya ancaman.

Negara-negara tetangga Tiongkok khawatir unjuk kekuatan militer oleh Beijing itu akan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Namun, Tiongkok beralasan aktivitas militernya di perbatasan itu sebagai bagian dari latihan rutin semata. (hep/c15/dos)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *