Belum ada Aktifitas Pertambangan, Pekerja Asal Tiongkok Dipulangkan

Jumat, 27 April 2018 - 02:14 WIB
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

FAJAR.CO.ID, PUTUSSIBAU- Para Tenaga Kerja Asing (TKA) Tiongkok yang bekerja di perusahaan pertambangan di Desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu Kabupaten Kapuas Hulu sudah banyak pulang ke negara asalnya. Beberapa hari lalu petugas Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau mengecek langsung keberadaan TKA asal Tiongkok tersebut.

Setelah dicek, petugas hanya menjumpai dua orang TKA yang masih tersisa. Sebelumnya ada 15 TKA Tiongkok yang datang ke Desa Nanga Dua. “TKA lainnya untuk sementara sudah pulang ke Tiongkok, karena di sini juga belum ada kegiatan pertambangan,” ungkap Kepala Sub Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Angga Adwiantara, Senin (23/4).

Saat ini, PT. Borneo Mandiri Mineral selaku pelaksana kegiatan pertambangan di Desa Nanga Dua sedang melakukan pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan. Tujuannya  untuk memudahkan alat berat perusahaan masuk ke lokasi pertambangan. Sehingga pihak perusahaan belum mempekerjakan TKA.

“Jadi TKA yang ada di sana itu tinggal dua orang, mereka itu pun ditugaskan untuk menjaga alat berat saja,” ucapnya.  Angga membenarkan informasi kedatangan 23 TKA Tiongkok baru-baru ini. Namun TKA tersebut sudah mengajukan izin tinggal atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) selama enam bulan.

“Permohonan Kitas-nya juga sudah kami terima dan sudah keluar Kitas-nya. Jadi kemarin kami ke lokasi hanya menemukan dua TKA itu, dan dua TKA itu sudah menggunakan izin tinggal terbatasnya untuk bekerja,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memeriksa lokasi yang ada wilayah Kapuas Hulu ini apakah ada kegiatan pertambangan atau tidak. Hasil pemeriksaan ditemukan bahwa hanya ada PT. Borneo Mandiri Mineral yang mempekerjakan TKA. “Seperti di Bukit Podi itu juga tidak ada kegiatan pertambangannya,” sebutnya.

Angga berharap masyarakat ikut mengawasi setiap orang asing yang masuk ke Kapuas Hulu. Bukan hanya orang asing yang ada di bidang pertambangan. “Jika ada yang tidak sesuai orang asing ini masuk ke Kapuas Hulu bisa dilaporkan kepada kami,” imbau Angga.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kapuas Hulu, Abdul Karim menerangkan, kebenaran informasi kedatangan 23 TKA Tiongkok ke Desa Nanga Dua baru ia dapatkan. TKA tersebut sudah masuk sejak tahun 2017. Izinnya berakhir April 2018.

Sejauh ini kata Karim, pihaknya belum pernah menerima surat tembusan dari perusahaan bersangkutan (PT. Borneo Mandiri Mineral, red), jika memasukan tenaga kerja asing ke Kapuas Hulu. “Perusahaan tersebut hanya menyampaikan ke Imigrasi akan mendatangkan TKA kembali,” katanya.

Dari informasi yang diterima kata Karim, 23 TKA yang sudah masuk itu sudah pulang lagi ke Tiongkok dan tinggal menyisakan dua orang. “Mereka berdua itu untuk mengamankan alat berat yang ada,” ucapnya.  Karim juga mengaku belum mengetahui apakah sebelum mendatangkan TKA, perusahaan tambang tersebut sudah mengurus Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA) atau belum. “Kami belum tahu juga, karena saat petugas kami ke lokasi yang ditanya itu hanya juru bicara perusahaan,” ungkap Karim. (Andreas/rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *