Di Hadapan Hakim, Si Tomboi Mengaku Mual-mual Karena Hamil

Jumat, 27 April 2018 - 03:39 WIB

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Jika sebelumnya mengaku hamil saat menjalani persidangan, si tomboi Siti Rahma kembali mengaku merasakan mual pada perutnya saat menjalani sidang penyampaian pembelaan dalam kasus narkotika di Pengadilan Negeri Tarakan, kemarin (24/4).

“Saya kurang enak badan pak, rasanya mual dan mau muntah terus,” kata Siti Rahma, saat ditanyai Majelis Hakim mengenai kondisi kesehatannya.

Walaupun kurang sehat, wanita berbadan 2 itu tetap melanjutkan persidangannya dengan meminta Majelis Hakim untuk mengurangi hukumannya. Sebelumnya JPU menuntut dihukum 8 tahun penjara.

“Saya hanya minta keringanan hukuman saja pak, karena kalau dihukum 8 tahun itu terlalu lama pak. Apalagi saya hanya seorang pecandu narkoba saja pak,” ungkapnya.

Mendengar permintaan itu, Pelo SH yang menjadi ketua Majelis Hakim menyarankan agar Siti Rahma menjaga kesehatannya selama di Lapas. Selain itu permintaan Siti Rahma itu nantinya akan dipertimbangkan saat Hakim menentukan hukuman.

“Permintaan kamu akan kita catat sebagai pembelaan, dan kalau bisa jaga kesehatan agar tidak merasa mual lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, pengakuan serupa juga sempat dilontarkan Siti Rahma. Di mana dirinya mengaku berbadan dua saat menjalani sidang dengan berkas lainnya, yakni pencuriannya. “Saya hamilnya sudah lama mungkin beberapa bulan yang lalu,” katanya menjawab pertanyaan Hakim mengenai berat badannya.

Walaupun mengaku hamil, namun Siti tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang terlibat 2 aksi pencurian akhir 2017 lalu. Siti Rahma yang dituntut 1,6 tahun penjara oleh JPU pengganti, Ivan Situmorang SH, akhirnya divonis bersalah oleh Majelis Hakim.

“Karena terdakwa terbukti melanggar Pasal 362 KUHP, terdakwa akan dihukum selama 1,2 tahun penjara untuk masing-masing tindak kejahatan yang dilakukannya,” putus Ketua Majelis Hakim Christo EN Sitorus SH MHum.

Sadar perbuatannya salah karena terlibat lebih dari 1 tindak kejahatan kriminal, Siti yang sebelumnya dalam sidang berbeda juga dituntut 8 tahun penjara atas perkara narkotika, hanya hanya pasrah dengan keputusan itu.

“Saya terima saja pak hukuman ini. Saya memang salah dan saya menyesalinya,” ujarnya menerima putusan Majelis Hakim.(*/osa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.