Kasdim: Jangan sampai Kita Mau Diusik oleh Ajakan Adu Domba

Jumat, 27 April 2018 - 17:16 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Kegiatan silaturahmi dan Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar Kodim 0733 BS/Semarang dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kota Semarang, berlangsung penuh antusias di Balai Sudirman, Makodim Semarang, Jumat (27/4/2018).

Kegiatan memasuki Triwulan kedua ini dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Semarang HN Mustam Aji dan perwakilan MUI Kota Semarang Abdul Jamal.

Awalnya Kasdim Letkol Inf Rofiudin Hanafi memperkenalkan diri sebagai pejabat Kasdim baru di Kodim Semarang. Selanjutnya menekankan kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar menjadi leader pemersatu umat untuk meredam perpecahan.

“Jangan sampai kita mau diusik oleh ajakan-ajakan adu domba, apalagi mengikuti tawaran-tawaran ideologi yang hendak mengusik Pancasila. Yakinilah bahwa Pancasila itu sebagai ideologi yang sesuai dengan nilai dan karakter bangsa Indonesia, yang bila kita hayati dan amalkan pasti akan mampu menjadi kekuatan kita untuk hidup aman dan sejahtera,” kata Kasdim 0733 BS/Semarang Letkol Inf Rofiudin Hanafi.

Abdul Jamal SPd I, perwakilan MUI Semarang mengungkapkan bahwa sekarang ini umat sedang disibukkan menghadapi arus informasi yang cukup deras sebagai tindak lanjut dari kemajuan jaman di bidang teknologi informasi.

“Semua berita mudah diakses dengan handphone melalui media sosial. Ironisnya tidak semua berita itu positif, ada banyak yang justru mengadu domba satu sama lain dan mengajak membenci satu sama lain. Hoax atau yang dikenal sebagai berita menyesatkan sudah ada sejak Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama,” ungkap Abdul Jamal.

“Iblis merupakan penebar hoax, berita sesat yang mengajak Adam dan Hawa melanggar perintah Allah sehingga akhirnya dibuang dari surga dan hidup di bumi. Oleh karena itu hoax merupakan warisan iblis yang harus dihindari dan jangan justru diikuti. Akan membahayakan seisi dunia,” imbuhnya.

Sementara Ketua FKUB Kota Semarang, HN Mustam Aji menghimbau kepada seluruh warga Semarang agar merapatkan barisan dan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Agama merupakan urusan manusia dengan Tuhannya. Kita punya cara-cara sendiri yang tidak bisa saling mengatur terkait keyakinan dan peribadatan. Mari kita hidup berdampingan untuk saling menghargai dan mengayomi. Jangan gunakan agama sebagai alat tunggangan politik,” ujar HN Mustam Aji.

Komsos ini digelar, menurut Kasdim 0733 BS/Semarang Letkol Inf Rofiudin Hanafi untuk menyamakan persepsi antara Komando Teritorial Kodim 0733 BS/Semarang dengan masyarakat Kota Semarang dalam upaya menciptakan iklim kondusif menjelang agenda Pesta Demokrasi Pemilukada Serentak dan Pemilu Presiden 2019.

“Para tokoh masyarakat dan tokoh agama ini mitra kami didalam cipta kondisi keamanan wilayah. Oleh karena itu peran mereka sangat penting di dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan dan pertahanan,” ungkapnya. (sen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.