Statusnya Masih Pelajar, Tapi Jadi Pemimpin Komplotan Pembobol Sekolah


FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Adikodrati (18) adalah siswa kelas XII di salah satu SMA swasta di kawasan Balikpapan Tengah. Di balik tubuh kecilnya dia punya nyali. Memimpin kelompok pemuda lainnya untuk mencuri di SMP Santo Mikail yang berlokasi di belakang Makodam VI/Mulawarman. Dengan wajah ditutupi bandana, dia menyebut sudah tiga kali melakukan aksinya.”Saya alumnus sekolah (SMP Santo Mikail) itu,” ungkap Adi, Selasa (24/4) di ruang Reserse Kriminal Polres Balikpapan.Sepak terjangnya pertama kali saat dia duduk di kelas X. Di 2016 dia mengajak Effendi (18) yang putus sekolah. Dia lupa tanggal persisnya melakukan pencurian. Yang dia ingat, ketika tengah malam memanjat pagar depan sekolah. Kemudian, menuju ruang tata usaha (TU). Effendi bertugas mencongkel jendela menggunakan linggis.”Kami ambil laptop dua unit. Sama uang Rp 10 juta di dalam laci,” jelas Adi.Usai mencuri, uang dibagi dan digunakan untuk mabuk dan datang ke tempat hiburan malam (THM). Aksi keduanya dilanjutkan di sekolah yang sama di 2017. Lagi-lagi dia lupa kapan kejadiannya. Yang dia tahu, dia kembali memanjat pagar depan sekolah. Lalu, kembali masuk ke ruang TU. Kali ini yang didapat uang Rp 1,5 juta. “Saya buat foya-foya, Pak. Buat ke THM dan beli makan,” sebutnya.Di aksi ketiganya, Adi mengajak kakak kelasnya yang sudah lulus, Marcel (18). Juga Pasya (20) yang dikenalnya karena sering nongkrong bareng. Keempatnya kembali membobol Santo Mikail pada 8 Maret lalu. Dari pencurian ini, komplotan memperoleh uang Rp 6 juta. Selain itu, mereka mengambil satu pemutar DVD, gitar, ponsel, dan dua unit proyektor.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar