Undang Presiden PKS, Gerindra: Makin Setres Aja Pak Jokowi

Jumat, 27 April 2018 - 14:01 WIB
Presiden Joko Widodo. (Foto: dok.JPNN.Com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengundang petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin menguatkan pendapat publik, bahwa dirinya makin merasa takut menghadapi Pilpres 2019.

Jokowi diketahui mengundang Presiden PKS, Sohibul Iman, dan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufri. Kabarnya, maksud dan tujuan Jokowi mengundang dua elit PKS ini untuk mengajak PKS berkoalisi. “Pak Jokowi ngomong gitu (ngajak koalisi). Makin stres aja kelihatannya Pak Jokowi itu,” kata Ferry Juliantono di Jakarta, Jumat (27/4).

Sayang, dalam pertemuan yang dirahasiakan itu kembali dibocorkan oleh pihak Pemerintah. Menurut Ferry, strategi ini sama deperti yang dilakukan saat Jokowi bertemu dengan Persatuan Alumni (PA) 212, yang ujung-ujungnya pihak Istana memutar balikan fakta yang ada. Hal ini tak beda dengan sistem kerja intelijen.

“Kalau ngintrik-ngintrik gini kan gak baik ngundang teman-teman 212, kemudian dibocorin. Kelihatannya kalau cara-cara nya sudah kayak intelijen gitu,” ucapnya.

Ferry juga samakan cara yang dimainkan oleh pihak Istana ini sama seperti dilakukan keoada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat diundang oleh Jokowi. Usai pertemuan itu, kubu Istana kemudian membuat opini seolaha-olah Prabowo meminta untuk dicalonkan sebagai wakil presiden dari Jokowi.

“Jadi dia sering ngomong terus yang kek gitu-gitu, terus diputar balik sepertinya seakan-akan Gerindra, Pak Prabowo, yang minta jadi wapres,” bebernya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku telah bertemu PKS dalam sebuah acara talkshow stasiun televisi swasta nasional.

Senada dengan Jokowi, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, PKS, Al Muzzammil Yusuf, membenarkan adanya pertemuan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri, dengan Jokowi. Menurutnya, Jokowi menawarkan PKS bergabung dengan koalisi pemerintah.

“Ya tentu pembicaraan ke arah itu (tawaran koalisi) ada ya. Tetapi PKS menyatakan memang kita dalam posisi oposisi dan kami memang sudah berbicara jauh dengan Gerindra tetapi kami membuka komunikasi dengan yang lain,” katanya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.