Panglima TNI Akui Masih Banyak Jalan Tikus di Perbatasan Kalbar

Sabtu, 28 April 2018 - 00:08 WIB

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK – Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat (Kalbar) masih menjadi masalah tersendiri buat Pemerintah Indonesia dan aparat keamanan yang berjaga disana.

Di ujung bumi ‘Katulistiwa’ itu, masih banyak terjadi penyelundupan-penyelundupan barang dari luar negeri, terutama dari Malaysia. Panglima TNI Marsekal Hasi Tjahjanto mengakui, di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia tepat di daerah Entikong dan Aruk, Kalbar masih banyak ditemui jalan-jalan tikus.

“Yang menarik adalah bahwa di perbatasan masih banyak ditemui jalan-jalan tikus yang nantinya TNI/Polri dan Dirjen Bea Cukai akan berkoordinasi, untuk bisa menghalau, menditeksi dan akan terus berupaya untuk menghambat adanya penyelundupan,” kata Panglima di Bandara Lanud Supadio, Pontianak, Jumat (27/4).

Dikatakan Panglima, tugas aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri dan Bea Cukai harus bekerja keras membantu Pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah jalan tikus tersebut. “Kita harus berpikir bahwa hanya dengan kerja sama antara TNI/Polri dan Bea Cukai dan aparta terkait, bisa membantu Pemerintah menyelesaikan masalah jalan tikus, yang digunakan untuk melaksanakan penyelundupan,” ujarnya.

Saat ini, 700 anggota TNI sudah dikerahkan untuk berjaga di perbatasan Entikong dan Aruk. Namun, dari jumlah anggota yang masih kurang itu akan dikerahkan pada wilayah-wilayah yang menjadi rawan berlangsungnya transaksi.

“Ya dari TNI saat ini yang menjaga diperbatasan kurang lebih ada 700 anggota, tapi nanti akan kita konsentrasikan dimana daerah-daerah rawan yang harus kita laksanakan secara gabungan antara TNI/Poli dan Bea Cukai,” jelas perwira TNI berpangkat empat bintang itu.

Lebih lanjut Panglima TNI, dari laporan anggota di wilayah perbatasan khususnya di Kalimantan Utara adar 2000 jalan tikus, yang kemungkinan besar juga ada di daerah Kalimantan Barat.

“Saya kira banyak, salah satu contoh saja di Kalimantan Utara kita menemukan sepanjang perbatasan ada 2000 jalan tikus di sini, dan saya kira hampir sama. Oleh sebab itu kita butuhkan intensitas TNI/Polri dan aparat Bea Cukai untuk bisa menyelesaikan dan menginvestigasi masalah-masalah yang ada diperbatasan,” tutup Panglima. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *