Phinisi Wonderful Indonesia Jaring Diver Malaysia

Sabtu, 28 April 2018 - 21:42 WIB

JAKARTA – Wonderful Indonesia kembali menyambangi Malaysia. Kali ini, diver negeri jiran menjadi  targetnya. Melalui booth bercorak Phinisi, Wonderful Indonesia akan menjaring divers Malaysia di Malaysia International Dive Expo (MIDE) 2018, 4-6 Mei 2018.

“Kekuatan wisata bahari Indonesia luar biasa. Sedangkan pasar Malaysia sangat besar. Potensi inilah yang jadi latar belakang Wonderful Indonesia bergabung di MIDE 2018,” ungkap Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, didampingi Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Sumarni, Jumat (27/4).

MIDE 2018 akan digelar di DewanTun Razak Hall 1, Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur. Event ini adalah kegiatan tahunan terbesar di sana. MIDE selalu menyita perhatian publik Negeri Jiran. Setiap tahun, MIDE diikuti sekitar 133 perusahaan dari 40 negara. Rata-rata jumlah pengunjungnya 11.000 orang.

Menurut Pitana, MIDE memiliki daya tarik tersendiri. Khususnya bagi para diver. “MIDE ini event besar dan selalu ditunggu publik Malaysia, khususnya para diver-nya. Mereka itu mencari referensi baru untuk diving. Wajar bila MIDE selalu menarik perhatian mereka,” lanjutnya lagi.

Seperti biasa, Phinisi Wonderful Indonesia turun full team. Menempati paviliun seluas 130,5 sqm, tema ‘Underwater Diving Destination’ dihembuskan. Amunisinya terdiri 24 industri wisata diving. Diberi fasilitas Kemenpar, Wonderful Indonesia menawarkan 10 zona diving terbaik. Ada Aceh, DKI Jakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Barat.

“Kami akan manfaatkan waktu yang ada untuk melakukan consumer selling. Berbagai informasi baru dan lengkap akan disampaikan kepada para pengunjung. Tujuannya agar mereka memilih perairan di Indonesia sebagai lokasi diving,” ujar Pitana lagi.

Memiliki waktu tiga hari, agenda padat sudah disiapkan Wonderful Indonesia. Selain consumer selling (B to C), pengunjung juga akan disuguhi kopi terbaik Indonesia. Gimmick dan quiz disiapkan. Lalu, ada juga program Paket Wisata ke Indonesia dengan voucher dan gift redemption. Menguatkan layanan, tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari akan memaparkan konsep diving dan free diving.

“Layanan prima akan kami berikan kepada pengunjung. Harapannya agar mereka berkesan. Apalagi, Indonesia memang memiliki spot diving yang sangat banyak,” papar Pitana.

Berstatus sebagai Negara kepulauan, Indonesia menjadi surganya para diver. Laut nusantara memiliki sekitar 55destinasi diving. Lalu, ada 1.500 dive spots yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Dunia pun mengakui kalau lokasi diving Indonesia yang terbaik. Sebut saja Raja Ampat, Pulau Komodo, Derawan, Togean, Wakatobi, Gili Air, dan Bunaken.

“Posisi Indonesia juga sangat dekat dengan Malaysia. Aksesibilitas menunju destinasi-destinasi diving itu juga sangat mudah dari Malaysia. Kami optimistis bisa menarik lebih banyak diver Malaysia untuk menikmati eksotisnya perairan Indonesia,” terang Pitana lagi.

Malaysia memang menjadi pasar gemuk Indonesia. Pada tahun 2017, Negeri Jiran berstatus big three donator wisman terbesar. Total ada 1.238.378 kunjungan wisatawan Malaysia. Jumlah tersebut tumbuh 1,05% dari tahun sebelumnya.

Pada 2016, jumlah kunjungan wisatawan Malaysia mencapai 1.225.458 orang. Kunjungan wisatawan Malaysia di 2017 hanya kalah angka dari Tiongkok dan Singapura.

Untuk 2018, kunjungan wisatawan Malaysia ditargetkan sebanyak 1,4 juta orang. Jumlah itu naik 12% dari 2017.  Mengukur jumlah wisman di periode Februari 2018 silam, Malaysia sudah menempati urutan dua. Total kunjungannya mencapai 205.855 wisatawan. Hanya terpaut 8.572 orang dari peringkat pertama Tiongkok.

“Malaysia adalah market utama bagi Indonesia. Wajar bila semua lini dioptimalkan, termasuk di wisata baharinya. Jadi mereka memiliki pilihan atraksi semakin banyak kala berkunjung di Indonesia. Kalau melihat tahun sebelumnya, respon mereka selalu positif,” kata Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Sumarni.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengikuti MIDE 2018 adalah langkah tepat.

“Mengikuti MIDE 2018 ini menjadi pilihan ideal untuk mengoptimalkan pasar Malaysia. Sekarang yang dibutuhkan adalah pendekatan tepat untuk menarik mereka ke Indonesia. Informasi lengkap, referensi visual terbaik, hingga beragam paket menarik akan menjadi daya tarik bagi diver-diver Malaysia. Kami yakin program ini akan sukses,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)
India dan Indonesia Menyatu dalam Cerita Ramayana

KLATEN – Ada yang menarik dalam Famtrip media dan blogger India, 23-30 April 2018. Kebangsaan mereka memang India. Tapi pengetahuan tentang pariwisata Indonesia sungguh luar biasa. Dari A sampai Z, semua bisa dijelaskan mereka bak tour guide profesional di Indonesia.

Tengok saja aktivitas mereka saat mengunjungi Candi Prambanan. Dengan mudah seluruh rombongan bisa mendeskripsikan Prambanan dengan sangat baik. “Ini candi Hindu terbesar di dunia,” sebut Nisha Jha, blogger asal Mumbai, India.

“Situs warisan dunia UNESCO,” sambung Ambika Prasad Shaligram,” jurnalis Sakaal Times.

“Candi yang dipersembahkan untuk Trimurti,” timpal Nikil Anil Sharma, YouTube Vlogger asal Mumbai.

Trimurti yang dimaksud Sharma adalah tiga dewa utama yakni Dewa Brahma sebagai dewa pencipta, Dewa Wishnu sebagai dewa pemelihara dan Dewa Siwa sebagai dewa pemusnah.

Semua jawaban mereka benar. Semua tidak ada yang salah. Bahkan setelah itu ada yang berani bilang bahwa Prambanan adalah candi terindah di Asia Tenggara. Sekali lagi, jawabannya 100 persen benar.

Apa kuncinya? Rupanya mereka rajin browsing. Rajin googling. Rajin cari info di internet. Semua info yang didapat di dunia maya langsung ditanya kebenarannya.

Setalah semua info terserap, arsitektur Prambanan langsung jadi sorotan utama. Tampilannya terlihat sangat keren. Artistik. Tingginya pun menjulang sangat tinggi. Mereka seakan tidak percaya bisa menginjakkan kaki di kompleks candi tertinggi di dunia. Candi yang tingginya 47 meter, lebih tinggi 5 meter dari Candi Borobudur. Candi yang pernah dikunjungi tokoh dunia seperti Barack Obama, Pangeran Charles, putri mahkota Thailand, Putri Sirindhorn, pejabat setingkat menteri dari Bangladesh serta Dubes Jerman.

Karenanya, jurus-jurus selfie pun langsung dalam mode on. Storrage gadget dan kamera langsung dikosongkan. Semua langsung action hunting berbagai spot foto yang menarik. Jangan lupa, hunting foto di Prambanan sangat fun. Kalau udara cerah, langit biru, maka efek gambarnya akan bright bersinar. “Banyak angle menarik. Dan semuanya bagus-bagus,” timpal Mahalaksmi Ganesh Narayan, jurnalis Times of India.

Malam harinya, ada Ramayana Ballet yang sudah menanti di area Candi Prambanan. Culture dan nature di combine dengan kemasan menarik. Ada story telling pewayangannya. Ada backround Candi Prambanannya. Hasilnya? Tidak ada satupun yang beranjak pergi. Tidak ada yang terlihat boring. Padahal, mereka sudah menjalani aktivitas padat sejak pagi.

Menpar Arief Yahya langsung sumringah. Dia tak ragu memberikan apresiasi tinggi pada Bidang Pemasaran Area I regional III pada Deputi Pemasaran Pariwisata II yang telah bersusah payah menyiapkan suguhan cultural night kelas dunia di Candi Prambanan.

“Industry tourism itu mirip dengan telecommunication dan transportation. Kuncinya ada di proximity atau kedekatan. Menyuguhkan Ramayana yang sangat popular di India akan menjadi promosi dari mulut ke mulut yang baik ketika mereka kembali ke negaranya,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.