Terlibat Cinlok Dibalik Jeruji, Dua Napi Akhirnya Dinikahkan

Minggu, 29 April 2018 - 16:01 WIB

FAJAR.CO.ID, BARRU — Cinta datang tak mengenal tempat. Begitulah yang dirasakan dua narapidana Rutan Klas II B Barru, Syafri (22) dan napi wanita bernama Ika Ayu Ashari (20).

Proses pernikahan dua narapidana tersebut telah berlangsung dua pekan lalu. Awalnya informasi ini sempat tak diketahui pihak media. Tetapi setelah ditelusuri, pernikahan keduanya benar adanya.

Wanita kelahiran 11 Mei 1998, sudah lama terlibat cinta lokasi (cinlok) dibalik tembok terali besi dengan pria kelahiran 03 Agustus 1996 ini. Keduanya telah dinikahkan di Mushollah milik Rutan Barru sejak Kamis (12/4) pukul 11.00 wita. Pasangan sejoli dan sejodoh ini dinikahkan langsung oleh Kepala KUA Barru H Muhammad Idris.

Kepala Rutan Kelas II B Barru, Jayadikusuma yang dikonfirmasi, membenarkan adanya proses pernikahan dua napi di Rutan Klas II B Barru.

“Kedua pasangan ini suka sama suka dan sudah lama menjalin asmara. Kasus keduanya berbeda. Safri itu terlibat kasus pelecehan seksual sehingga divonis penjara lima tahun. Sedangkan istrinya, Ika Ayu Ashari terlilit perkara pencurian,” kata Jayadikusuma.

Lebih jauh dijelaskan Karutan ini jika, proses pernikahan tersebut, awalnya terbilang rumit karena Ika tidak diketahui siapa dan dimana sanak keluarganya. Dia itu tergolong kurang mampu dan tidak memiliki KTP. Beruntung ada pihak yang mengaku sebagai pamannya.

” Dari sini kemudian ditemukan kartu keluarganya. Ika pun lalu dibawa dengan pengawalan petugas ke Kantor Disdukcapil untuk mengurus kelengkapan administrasi Kependudukannya. Setelah dinyatakan lengkap. Pihak Rutan menghubungi Kantor Urusan Agama ( KUA) Kecamatan Barru untuk mengurus administrasi pernikahan. Selanjutnya setelah dinyatakan segala dokumen lengkap. Akhirnya Ika dan Safri dinikahkan didepan penghulu dua pekan lalu, ” terangnya .

Secara terpisah Kepala Kantor Urusan Agama Kemenag Kecamatan Barru H Muhammad Idris yang dihubungi Minggu (29/4) tak menampik kalau dirinya telah resmi menikahkan dua penghuni Rutan. Pasangan yang sudah berstatus suami istri ini tidak dibebankan pembayaran karena tergolong kurang mampu.

“Jadi saya nikahkan Napi itu karena memenuhi syarat secara Agama Islam dan administrasi dinilai bersyarat. Keduanya menikah di Mushollah Rutan Barru, ” tandas Idris .

Ditambahkan Idris jika yang menjadi wali nikah dari pihak Ika Ayu Ashari adalah pamannya yang sudah dihubungi sebelumnya. Hanya saja ketika itu saudara dari Ayah pengantin wanita itu berhalangan hadir. Tetapi yang bersangkutan mengirimkan surat persetujuan yang telah ditandatangani diatas kertas bermaterai.

“Sementara dari pihak keluarga laki-laki banyak yang hadir. Pernikahan ini merupakan usulan dan persetujuan dari keluarga kedua belah pihak. Sedangkan sebagai saksi pernikahan 1 orang dari KUA Awaluddin dan dari Rutan atas nama Asdar. Usulan pernikahan dari keluarga mempelai dan difasilitasi oleh Rutan. Berkas pernikahan juga diurus oleh keluarga mempelai sendiri,” tambahnya. (udi/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *