Telpon Rahasia Menteri Rini dan Dirut PLN Terbongkar, PKS: Bahaya Benar Negara Ini

Senin, 30 April 2018 - 14:42 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Isi pembicaraan antar Menteri Badan Udaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi bocor ke publik.

Percakapan tersebut lantas menjadi pembicaraan hangat, baik buat masyarakat hingga politisi di seputaran Senayan, Gadung DPR RI.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejatera (PKS) di DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan, belakangan ini masyarakat Indonesia disuguhi dengan postingan-postingan tentang percakapan antara Menteri BUMN dan Dirut PLN yang sangat mengganggu seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Belakangan ini disuguhi postingan-postingan tentang percakapan antara Bu Rini sbagai Menteri BUMN dengan Dirut PLN ya, ini juga tentu sangat mengganggu kita, karena itu saya berharap dan meminta kepada pimpinan DPR dan Komisi terkait untuk memanggil dua orang ini mengklarifikasi,” kata Jazuli usai konprensi pers dengan awak media di Gedung DPR RI, Senin (30/4).

Menurut Jazuli, bila isi dalam pembicaraan itu benar-benar terjadi, maka bangsa ini dalam posisi bahaya.”Kalau ini bener terjadi, waduh bahaya bener negara ini,” akuinya.

Meski begitu, politisi senior PKS ini menyarankan agar semua pihak tidak sembarang menjudge atau menyimpulkan lebih dahulu, sebelum keduanya memberikan klarifikasi atas bocornya rekaman telpon tersebut.

“Tetapi kita kan tidak boleh menjudge dan menyimpulkan terlebih dahulu sebelum kita memberikan ruang kepada mereka untuk meberikan kejelasan tentang kebenarannya,” jelasnya.

Jazuli juga menyarankan agar Presiden Joko Widodo sebisanya memanggil keduanya untuk memberikan mengklarifikasi masalah tersebut ke publik.

“Saya kira Pak Jokwi harus bahkan bila perlu gak usah dipanggil, tapi menginstrusksikan Menteri dan Dirut ini untuk mengklarifikasi kepada publik dan kepada wakil rakyat ya,” sarannya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.