Generasi Milenial dan Pengawasan Pemilu

Oleh: Sitti Rakhman, SP., MM

ISTILAH generasi milenial akhir-akhir makin sering menjadi perbincangan. Istilah tersebut awalnya dipopulerkan dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Milenial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini.

Para pakar menggolongkan berdasarkan awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya.

Generasi milenial akan menjadi aktor utama Indonesia masa kini dan yang akan datang. Dengan jumlah yang cukup besar, mereka akan menjadi pemimpin masa depan, dan menjadi penentu Indonesia sekian tahun yang akan datang.

Sehingga keberadaan mereka sangat strategis jika dikaitkan dengan pelaksanaan Pemilu, terlebih lagi melibatkan mereka untuk mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, jujur, dan adil.

Generasi milenial memiliki tiga karakteristik utama yakni connected, creative, dan confidence (3c). Connected atau koneksi karena mereka ialah pribadi yang pandai bersosialisasi terutama dalam komunitasnya. Mereka juga aktif berselancar di media sosial dan internet.

Generasi milenial sangat aktif menggunakan medsos. Rata-rata setiap lima menit sekali mereka menengok internet atau telepon selulernya, ada pesan masuk atau tidak ada. Jadi mereka sudah kecanduan internet.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...