Masih Berstatus Sepupu, Dua Remaja Ini Dinikahkan

Selasa, 1 Mei 2018 - 19:53 WIB

FAJAR.CO.ID, MAROS — Pernikahan anak dibawah umur atau pernikahan dini kembali terjadi di Provinsi Sulsel, tepatnya di Kabupaten Maros, usai pernikahan serupa juga terjadi di Kabupaten Bantaeng.

Pernikahan antara ST (14) dan RS (16) terjadi setelah keduanya dijodohkan oleh orang tuanya yang masih memiliki hubungan saudara. Di mana ibu si mempelai perempuan dengan ibu si mempelai laki-laki masih bersaudara.

Proses akad nikah mereka ini digelar di Makassar sedangkan resepsinya dilakukan secara sederhana di rumah orang tua mempelai perempuan di Dusun Balangkasa Desa Majannang Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sabtu malam, 28 April lalu.

Orang tua mempelai pria, Daeng Baso, mengaku sengaja menikahkan anaknya dengan keponakannya karena istrinya tengah sakit-sakitan dan tak ada yang menjaga.

“Saya punya anak enam, tiga perempuan dan tiga laki-laki. Kelima anak saya sudah menikah dan sudah tinggal bersama keluarganya, sisa ST anak bungsu saya yang belum. Makanya dia saya nikahkan dengan sepupunya supaya ada yang jaga mamanya, karena mamanya sakit-sakitan. Dan yang jaga ini bukan orang lain karena keponakannya sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, kata dia, sebelum menikahkan anak bungsunya itu, terlebih dahulu dia meminta persetujuan anak dan kemenekannya itu.

“Kami tidak paksakan anak-anak. Jadi sebelumnya kami sudah tanyakan, apakah mereka mau menikah atau tidak. Dan ternyata alhamdulillah keduanya setuju dinikahkan,” katanya.

Apalagi kata dia, keduanya belum pernah bertemu sebelumnya.

“Mereka pertama kali ketemu saat menikah. Sebelum-sebelumnya tidak pernah ketemu. Karena saya sudah 19 tahun merantau di Desa Batu Tunau, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kota Baru Kalimantan Selatan. Dan ST lahir dan besar di sana dan tidak pernah bertemu dengan istrinya,” jelasnya.

Daeng Baso menambahkan rencananya dia akan memboyong kedua mempelai yang telah resmi menikah ke Kalimantan Selatan. Karena ST yang mengelola tambak di Kota Baru.

Terpisah Kepala Desa Majannang, Sirajuddin mengaku telah mendapat informasi pernikahan keduanya.

Sebelum pernikahan, kata dia, pihak keluarga mempelai datang menghadap meminta dibuatkan izin kawin untuk keduanya.

“Tetapi karena keduanya belum cukup umur dan belum memenuhi persyaratan secara undang-undang, makanya kami tidak mengeluarkan izin kawin,” katanya. (rin/fajar)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.