Pedagang Minta, Razia Miras Jangan Tebang Pilih

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Personel gabungan TNI/Polri dan Satpol PP semakin gencar melakukan razia di Tempat Hiburan Malam (THM). Razia itu dilakukan untuk memberantas penyakit masyarakat  dengan mengamankan ratusan botol minuman keras (miras), Sabtu malam (28/4) lalu.

Dari pantauan Kaltara Pos, tim gabungan juga melakukan patroli dari pukul pukul 21.30 Wita hingga pukul 23.00 Wita. Dari beberapa lokasi tempat dilakukan razia, diketahui masih banyak miras tak berizin yang diperdagangkan di sejumlah toko dan THM. Hal tersebut terbukti dari operasi yang dilakukan, aparat menemukan dua toko tak berizin yang masih beroperasi memperdagangkan miras. Lokasinya pun cukup mudah dijangkau, berada di sekitar Jalan Yos Sudarso, Markoni, dan Sei Bengawan.

Kapolres AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan IPDA Taharman mengungkapkan, selama melakukan operasi pihak aparat gabungan berhasil menemukan 2 kasus penjualan miras tak berizin.

“Kita sita karena tidak memiliki izin jual atau ilegal, berarti melanggar Peraturan Daerah (Perda),” ungkapnya.

Dari operasi tersebut tim gabungan juga mengamankan 9 botol bir dari KR pemilik tempat hiburan di Kelurahan Karang Rejo dan 1009 botol bir dari AA pemilik tempat hiburan yang beralamat di Jalan Sei Bengawan, Juata Permai.

“Semua barang tersebut kita sita dan besok (Hari ini,Red.) akan melakukan siding Tindak Pidana Ringan (Tipiring) untuk pemberian efek jera,” tegasnya.

Sementaraitu, KR sang pedagang miras tak berizin mengaku sudah lama menjalankan bisnis minuman terlarang tersebut. Meski demikian, ia mengaku pasrah terjaring razia tersebut dan siap menerima hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Selain itu, jika semua pelaku bisnis tak berizin dianggap illegal. Dia berharap semua pelaku bisnis miras lainnya dapat ditangkap. Karena, dia meyakini ada ratusan pedagang yang sama dengannya masih bebas dan berkeliaran menjajakan miras tidak berizin di Kota Tarakan.

“Saya sudah lama menjalankan bisnis ini (dagang miras). Kalau pun nanti mendapatkan sanksi pidana saya siap menerima. Tapi sebaiknya aparat harus merazia pengusaha secara merata jangan sampai adanya unsur tebang pilih,” ungkapnya. (*/kp1)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1

Comment

Loading...