Dari Sepuluh Orang yang Ditangkap, Ada 1 Kilo Sabu yang Disita

Rabu, 2 Mei 2018 06:08
Dari Sepuluh Orang yang Ditangkap, Ada 1 Kilo Sabu yang Disita

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Peredaran sabu di Kota Beriman perlu diwaspadai dan harus menjadi perhatian khusus. Apalagi, peredarannya telah menyasar kawasan permukiman dan kalangan bawah. Kepolisian, BNNK, hingga TNI melakukan penangkapan terhadap tersangka penyalahgunaan narkoba.Hingga April 2018, BNNK Balikpapan telah berhasil mengungkap 8 kasus narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 10 orang. Hasil ini pun terbilang sangat besar. Pasalnya, baru triwulan pertama, barang bukti yang berhasil diamankan sudah lebih dari satu kilogram sabu ditambah ratusan butir ekstasi.“Kalau sabu itu sudah ribuan gram. ya, sekitar satu kilo lebih lah. Itu dengan tersangka sekitar 10 orang. Saya belum bisa menyimpulkan. Yang jelas ini bulan April masih berjalan. Kalau melihat dari jumlah tersangka dan volume barang bukti, tentunya lebih besar pada 2018 ini. Karena kita baru April saja sudah satu kiloan lebih. Tahun lalu itu tidak sampai sekilo,” kata Kepala BNNK Balikpapan, Kompol M Daud.Berbagai macam pelaku dan modus telah dihadapi oleh petugas BNNK. Mulai dari tersangka seorang wanita cantik, pria tua bangka, hingga anak ABG. Modusnya pun beragam, mulai dari menyimpan di dalam kaleng cat, menyembunyikan di dalam organ tubuh, hingga melakukan transaksi di rumah ibadah. Tentu petugas pun harus meningkatkan kejeliannya dalam melakukan pemeriksaan.“Wah, macam-macam sudah modusnya kita temuin. Ada yang disembunyikan di dalam pulpen, kaleng cat, ada juga yang disembunyikan di organ tubuhnya. Jadi kita harus jeli melihatnya,” sebutnya.Dari data yang dikumpulkan BNNK Balikpapan, saat ini baru wilayah Balikpapan Timur dan Utara yang banyak dilaporkan kasus narkoba. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan di kawasan lainnya juga masih terdapat peredaran narkoba yang belum terungkap.Di lain sisi, Daud mengatakan, hingga Maret lalu sebanyak 75 orang telah menjalani rehabilitasi, baik rawat inap maupun rawat jalan. Rata-rata pengguna narkoba ini merupakan kalangan pekerja. Sebab, menurut Daud, dengan mengonsumsi narkoba biasanya seseorang akan memiliki semangat yang meningkat.“Yang direhabilitasi ini per Maret saja sudah 75 orang. Rawat jalan itu dia lapornya di BNNK, kemudian inap itu bisa di BNN Tanah Merah atau bisa juga di komponen masyarakat. 75 orang ini sudah termasuk kiriman dari polres, polsek, dari kita sendiri. Yang tidak ada barang bukti kita rehab. Ada yang kita kirim ke Tanah Merah, rawat jalan, ada juga yang di dalam rutan,” terangnya.Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat agar bersama-sama membantu mencegah peredaran narkotika ini. Caranya dengan melaporkan segala macam informasi terkait peredaran narkotika di Balikpapan ke BNNK.“Kita tahu sekarang narkoba segala lini sudah dimasuki. Pada kesempatan ini saya meminta masyarakat mengantisipasi ini dan waspada. Dengan cara memberikan informasi kepada kami, baik itu rehab, pencegahan, apalagi pengedar atau kurir,” pungkasnya.Data terbaru hingga bulan April ini, jumlah yang direhabilitasi sebanyak 93 orang. Itu terdiri dari 72 orang menjalani rawat jalan, sementara 21 orang rawat inap. Rehabilitasi rawat inap rata-rata dikirim ke Samarinda di RS Atma Husada dan Balai Rehabilitasi Tanah Merah. (yad/yud/k1)

Bagikan berita ini:
5
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar