Maling Mobil Seruduk 5 Pengendara, Satu Orang Meninggal

Rabu, 2 Mei 2018 - 09:35 WIB
Zhang histeris di lokasi tabrakan. (Foto: Asia Wire)

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK- WS pria 54 tahun asal Pematang Siantar nekat mencuri mobil jenis Proton Saga di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Selasa 24 April 2018, sekira pukul 17.00 WIB. Tak hanya menodongkan pisau kepada Abdul Jabur (37), pemilik mobil warna silver dengan nomor polisi KB 109 AM itu, WS juga menabrak sejumlah pengendara dan menewaskan Purnawirawan Polri, tak lain orangtua Abdul.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, hasil pemeriksaaan sementara diketahui bahwa aksi gila pria ini dimulai saat WS menodongkan pisau ke leher Abdul yang saat itu akan memarkirkan mobilnya di kawasan Jalan Trans Kalimantan.

WS kemudian meminta Abdul dan anaknya keluar dari mobil itu. Karena terancam, Abdul menuruti kemauan WS. Berhasil menguasai mobil itu, pria yang baru tinggal dua hari di Gang Ampera, Sungai Ambawang tersebut langsung melarikan diri ke arah kota. Dia melewati Jalan Ya’m Sabran, Pontianak Timur.

Sesampainya di sana, WS menabrak pengendara sepeda motor. Dikarenakan jarak yang terlalu dekat, tabrakan beruntun tak dapat dielakkan. Meski begitu, WS tetap melaju dengan mobil itu. Tepat di depan rumah makan Cii 3, WS kembali menabrak pengendara motor dari arah belakang.

Pelarian menuju Jalan Panglima Aim. Di pertigaan Jalan Panglima Aim itu, WS kembali menabrak pengendara motor. Ia tetap melanjutkan pelarian. Sementara warga terus mengejarnya. Pelarian kemudian sampai di Jalan Raya Parit Mayor. WS kemudian menyeberangi Jembatan Kapuas II dan berbelok ke Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya. Saat di Jalan Adi Sucipto, WS kembali menabrak pengendara motor.

Tetap tak mau berhenti, WS terus melajukan mobil curian itu menuju Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan. Sampai di perempatan Hotel Garuda, WS belok kiri menuju Jalan Veteran. Di Jalan Veteran, WS kembali menabrak pengendara sepeda motor.

Meski sempat jatuh, pengendara motor yang ditabrak ini kembali bangun dan ikut mengejar WS. Sadar dikejar pengendara yang ditabraknya, WS kembali menyenggol pengendara tersebut hingga terjatuh. WS pun masih tetap tidak mau menyerah dan melaju ke Jalan Ahmad Yani I.

Di ujung jalan, WS belok ke Jalan Sungai Raya Dalam. Sekira pukul 18.00 WIB, tepatnya di depan eks Kampus Akbid Panca Bhakti, WS pelaku tunggal ini menabrak pembatas jalan. Pelariannya pun terhenti.

“Tersangka berhasil diamankan dan diamuk massa yang sudah mengejarnya dari awal. Setelah itu anggota kita yang juga ikut mengejar, langsung mengamankan tersangka ke Polresta Pontianak,” ujar Husni kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/4) sore.

Dalam aksi ini, kata Husni, WS menabrak lima pengendara motor. “Korban yang terakhir ditabrak dan meninggal dunia adalah Abdul Malik, orangtua pemilik mobil yang dicurinya pelaku. Orangtua korban adalah Purnawirawan Polri,” jelas Husni. Mobil yang dicuri ini, dalam keadaan rusak berat. Selain diamuk massa karena geram dengan aksi WS, mobil ini juga rusak akibat benturan dengan pengendara yang ditabrak. “Latar belakang dari perbuatan tersangka masih kita dalami. Tersangka pun sudah dilakukan tes urin namun hasilnya negatif narkoba,” ujar Husni.

Menurut keterangan WS, dijelaskan Husni, dia baru dua hari di Pontianak ikut tinggal dengan abang kandungnya tidak jauh dari rumah korban. “Saat ini tersangka dan barang bukti pisau serta mobil sudah kita amankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP,” tegasnya. (Maulidi Murni/rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.