Polisi Bekuk Adik-Kakak Pengedar Narkoba, Satu Merenggang Nyawa

Rabu, 2 Mei 2018 - 10:00 WIB

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK– Tim Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalbar menggerebek dua rumah di Jalan Tritura, Gang Kelinci, Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan  Pontianak Timur, Selasa (24/4)  sekitar pukul 14.30 Wib.

Dalam penggerebekan ini, petugas berhasil menangkap Idris alias Iid (35) dan adik kandungnya, Erfin alias Ameng (34) di rumahnya masing-masing. Kedua lelaki yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas itu ditangkap karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Ameng tewas setelah tertembak petugas.

“Karena melawan saat ditangkap, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh petugas. Akhirnya dia meninggal dunia,” jelas Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (25/4).

Diberitakan Rakyat Kalbar, dengan tewas terduga pengedar sabu tersebut, kepolisian dari Polresta Pontianak maupun Polda Kalbar melakukan apel siaga di Polsek Pontianak Timur, pasca kejadian. Hal itu untuk antisipasi jika ada tuntutan dari kerabat atau keluarga Ameng. “Tapi Alhamdulillah semua keluarganya tidak ada yang datang kesana atau pun melakukan tuntutan,” ujarnya.

Lebih lanjut Nanang mengungkapkan, penangkapan terhadap keduanya ini berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkoba di kediaman mereka. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Subdit 3 langsung melakukan observasi dan pengintaian. Setelah dipastikan akurat, Tim Subdit 3 langsung menggerebek dua rumah yang berdekatan tersebut.

“Anggota berhasil mengamankan Idris dan Ameng yang merupakan kakak adik kandung. Salah satunya telah menjadi target polisi. Berdasarkan infromasi, dia sering melakukan transaksi,” kata Nanang.

Lanjut Nanang menjelaskan, setelah keduanya diamankan, petugas melakukan penggeledahan di rumah masing-masing. Disaksikan warga sekitar. Dalam penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti.

“Barang bukti yang diamankan dari Idris, sebuah dompet warna biru dalam lemari. Dompet itu berisi empat klip plastik transparan yang di dalamnya berisi kristal putih diduga sabu berserta barang bukti lainnya. Serta uang lebih dari Rp 41 juta,” papar Nanang.

Sementara barang bukti yang diamankan Ameng, dijelaskan Nanang, diantaranya satu klip plastik besar berisi tujuh klip plastik transparan yang di dalamnya berisi kristal putih diduga sabu. Barang bukti ini ditemukan dalam saku celana sebelah kanan depan. Petugas juga menemukan barang bukti pendukung lainnya serta uang jutaan rupiah. Saat ini, Idris masih diperiksa di Polda Kalbar. Kepolisian pun masih mengembangkan kasus ini. (amb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.