Warga Ikut Komentari Penertiban Pengemis

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  - Gelandangan dan pengemis (gepeng) serta pedagang asongan yang biasa beroperasi di persimpangan lampu merah (traffic light) kini jarang terlihat. Hal ini disebabkan rutinnya petugas Satpol PP dalam melakukan patroli di kawasan persimpangan.

Warga pengguna jalan pun sangat bertrimakasih terhadap petugas Satpol PP yang dianggap berhasil melakukan pengawasan terhadap gepeng yang beroperasi di persimpang lampu merah.

"Sekarang jarang saya liat ada gepeng di lampu merah, biasanya dulu itu banyak anak-anak jalanan gitu di lampu merah, baru kalo minta maksa lagi. Semenjak sering di pantau Satpol PP sudah jarang bahkan tidak pernah ada saya lihat lagi. Karena setiap hari saya melintasi di jalan protokol ini bolak balik kerja," ujar salah satu pengguna jalan, Atik, kemarin.

Hal senada juga dikatakan Doni warga Balikpapan Barat, dia mengatakan sebelumnya jika pengemis maupun pengamen di lampu merah tidak dikasih, mobil yang digunakan pengendara bisa dibuat lecet. "Saya pernah lihat tuh, di lampu merah rapak, gak dikasih mobilnya orang diberet gak tau pake apa. Tapi sekarang lama sudah tidak pernah saya lihat ada pengemis atau peminta-minta di lampu merah," katanya.

Meski demikian, Plt Satpol PP, Arbain Side melalui Kasi Operasi Satpol PP, Siswanto mengatakan tetap meningkatkan pengawasan dan pengamanan di setiap persimpangan lampu merah. Terlebih lagi menjelang bulan ramadan ini, dipastikan banyak gepeng yang akan kembali beroperasi di jalan-jalan dan lampu merah.

"Kami sudah tekankan ke anggota untuk mengintensifkan pengawasan di setiap lampu merah di saat ramadan, karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya aktivitas gepeng akan meningkat di sana, kami harapkan kondusivitas kota bisa terus terjaga," paparnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin bersedekah untuk menyalurkan sumbangannya ke tempat-tempat resmi. Karena uang yang diberikan ke anak jalanan maupun gepeng belum tentu digunakan untuk kebaikan, bahkan terkadang uang hasil mengemis digunakan untuk membeli minuman keras dan lem. "Jadi salurkan sumbangan anda ke tempat-tempat resmi," pungkasnya.(pri/san)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...