Target Menang Besar, Megawati Minta Kader PDIP Kerja Sampai Pingsan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PDI Perjuangan menggelar Rapat Koordinator Bidang Politik dan Kemanan dengan 34 DPD, kemarin (Kamis, 3/5/2018). Dalam kesempatan itu, Ketum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, berpesan agar partainya fokus mengejar target 50 persen kemenangan pada Pilkada Serentak 2018.

Menurut Megawati Soekarnoputri, kerja mesin partai PDIP akan terus digenjot. Setelah sibuk mempersiapkan kemenangan di 171 daerah dalam Pilkada Serentak, kader partai juga harus melanjutkan perjuangannya guna menang dalam Pemilu 2019 serta mendukung kembali Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden periode kedua.

Untuk itu, Megawati menginstruksikan kepada seluruh kadernya, baik di eksekutif dan legislatif, untuk bekerja keras melakukan rapat-rapat koordinasi, baik di tingkat pusat dan daerah. Termasuk pemecatan bagi mereka yang tidak menjalankan disiplin partai.

“Bukan hal mudah mempersatukan, dan kita jangan lengah karena kita tidak berdiri sendiri,” ujar Megawati di Aula DPP, Jalan Diponegoro Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Ia juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak mempercayai hasil survei, walau beberapa lembaga survei kredibel menyebut elektabilitas PDI Perjuangan masih nomor satu. Justru ia mengungkapkan bahwa hasil survei sangatlah dinamis.

Presiden RI ke-5 juga mengungkapkan bahwa jelang tahun politik ini banyak keinginan orang-orang tertentu yang berkeinginan menjadi orang nomor satu di Indonesia. Meski begitu ia mengingatkan haruslah dengan cara-cara yang menjaga kesatuan dan persatuan.

“Bekerjalah sampai pingsan, tiada waktu istirahat. Kalo saya dapat berkeliling Indonesia, anda harus berkeliling setidaknya di dapil anda,” perintahnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, bahwa pihaknya sudah sangat jelas menargetkan 50 persen kemenangan pada Pilkada Serentak 2018 yang dengan begitu menjadi tolok ukur PDI Perjuangan dalam perolehan suara Pemilu 2019. Apalagi Pilkada Serentak tahun ini menjadi pilkada terbesar karena akan memperebutkan 82 persen suara rakyat Indonesia.

Puan yang sekaligus menjabat Menko PMK tersebut menegaskan bahwa ada tugas yang harus diselesaikan kadernya di luar tugas politik. Yakni bagaimana membuat suatu hal yang menjadi implementasi konkret bahwa persatuan dan kesatuan lebih dari sekadar kerja politik dan membuat pemilu sebagai pesta demokrasi.

“Namanya pesta demokrasi harusnya masyarakat bergembira dalam kontestasi pemilu,” tegas Puan.

Terakhir Puan mengingatkan bahwa salah satu kunci kemenangan PDI Perjuangan di Pemilu 2014 adalah branding Indonesia Hebat. Bahkan menurutnya branding Indonesia Hebat telah melekat dan menjadi ciri khas partainya. Sehingga ia berharap, branding Indonesia Hebat tetap menjadi ciri khas partainya di Pilkada Serentak 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019.

“Keberhasilan pilkada, pileg dan pilpres haruslah dengan gotong royong. Dan tentu saja hasil yang didapat dalam rakorbid ini menjadi pijakan memenangkan partai ini untuk mensejahterakan rakyat. (ram/fin/fajar.co.id)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...