Zulhas Siap Jadi Wasit Debat Utang Negara Rizal Ramli Vs Sri Mulyani

Jumat, 4 Mei 2018 - 08:35 WIB
Sri Mulyani (kiri) dan Rizal Ramli (kanan). (Foto: Jawapos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wacana debat publik antara mantan Menteri Kordinator Bidang Ekonomi, Rizal Ramli, dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, tentang skema utang pemerintah masih panas. Rizal Ramli yang hadir di Gedung Nusantara III menyampaikan persoalan debat tersebut. Surat resmi sudah diberikan kepada Presiden untuk menembuskan kepada Sri Mulyani.

“Karena yang mengajak debat ini kan Sri Mulyani dan dipersilakan debat oleh Presiden Jokowi, dan itu pun bagus sebetulnya supaya terbuka seterang-terangnya masalah utang ini,”ungkap Rizal.

Rizal pun mengaku sudah ada tiga stasiun televisi swasta yang ingin menayangkan debat tersebut. Ia menuturkan posisi uutang sudah sampai lampu kuning.

“Nah ternyata Sri Mulyani tidak punya nyali. Ya, karena apa, karena akan ketahuan nanti siapa yang manipulatif. Menggunakan data sepotong-sepotong tidak memberikan gambaran yang komperhensif tentang utang,” tuturnya.

Rizal Kembali menyinggung bagaimana pengelolaan utang dan pinjaman pada era Susilo bambang Yudhoyono (SBY) menjadi suatu masalah.

Soal penerbitan surat utang pun di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan bunga dua persen. Itu lebih mahal dari Thailand, Filipina, dan Vietnam, negara dengan peringkat utang lebih rendah dari Indonesia.

“Sri Mulyani bagian dari masalah utang Indonesia. Bukan solusi, karena terbitkan bunga dengan beban kepada rakyat Indonesia Rp 121 triliun ekstra,” sebutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi membaik ketika Agus DW Martowardojo menjabat sebagai Menteri Keuangan. Kala itu, surat utang yang diterbitkan bunganya hanya satu persen, atau di bawah Thailand, Filipina, dan Vietnam

Rizal juga menilai, saat ini Sri Mulyani sedang dilema. Dia menduga, Sri Mulyani sedang ketakutan. Jika mengikuti debat, akan terbuka semua kebijakan pada masanya yang dinilai merugikan negara. Sebaliknya, jika tidak meladeni tantangan debat, maka dia juga dianggap mengacuhkan perintah Presiden Jokowi.

“Jadi, Sri Mulyani maju kena, mundur kena. Karena Pak Jokowi sudah perintah untuk debat, tapi dia malah nolak. Orang bingung, siapa yang Presiden, siapa yang anak buah,” ujarnya.

“Maka dari itu saya bilang saya lebih senang rakyat Indonesia bisa dengar, jangan ekslusif, saya sudah kirim surat pada Presiden dan Menkeu, belum ada jawaban, jadi kita tunggu saja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, yang dimintai tanggapannya soal tantangan debat utang menyerahkan sepenuhnya kepada Rizal Ramli dan perwakilan pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

“Kalau soal debat itu kita berpulang ke mereka berdua ya,” kata Zulkifli usai bertemu Rizal Ramli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (Kamis, 3/5/2018).

Zulkifli pun mengaku siap apabila ditunjuk sebagai wasit debat antara Rizal dan Sri mulyani soal utang RI yang mencapai Rp 4000 triliun tersebut apabila diminta dan jadi digelar.

“Kalau saya disuruh jadi wasit saya siap saja,” pungkasnya.” (zain/FIN/FAJAR.co.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.