Bayi Tewas Diduga karena Stok Oksigen Habis di Puskesmas

Senin, 7 Mei 2018 - 23:41 WIB
Bayi yang meninggal yang diduga kekurangan oksigen. (Foto: MANSIRAL USMAN/BERITA KOTA KENDARI)

FAJAR.CO.ID — Tragis, diduga stok oksigen habis di Puskesmas Pakue Utara, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, seorang bayi laki-laki yang lahir dari pasangan, Susi Susanti (24) dan Muhammad Irfan (28) warga Amoe Kecamatan Pakue Utara meninggal dunia.

Bayi yang lahir, Kamis (26/4) meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Kepala Desa (Kades) Pakue, Ichwan Alwi, menuturkan, selain bayi yang diduga meninggal akibat tidak tersedianya oksigen di puskesmas. Seminggu sebelumnya ada dua orang warganya yang juga meninggal dunia disebabkan tidak adanya asupan oksigen.

“Kami dan warga telah keluhan terkait kebutuhan oksigen di puskesmas yang selalu kosong saat dua orang warga meninggal dunia yang diduga kekurangan oksigen. Namun hingga kembali meninggalnya bayi laki-laki, oksigen juga belum tersedia,” kata Ichwan.

Ichwan menilai ada standar pelayanan yang hilang dan tidak dijalanka pihak puskesmas, sebab keberadaan oksigen itu merupakan kebutuhan mutlak yang harus selalu tersedia. Bahkan secara resmi pihaknya telah melayankan surat resmi pada pihak puskesmas tentang standar pelayanan.

“Beberapa waktu lalu, saat kedua warga itu meninggal. Keluarga korban bersama warga emosi dan nyaris mendatangi puskesmas,” ujar Ichwan.

Bidan Desa Amoe, Nurbayani yang dikomprimasi perihal meninggalnya bayi tersebut mengungkapkan bayi yang lahir sekitar pukul 23:00, pada Kamis (26/4) lalu meninggal dalam perjalan saat di rujuk ke Rumah Sakit.

“Proses persalinan baru pembukaan dua, ibunya selalu maksa mengedam dan saat lahir ada kelainan pada bayi yang harusnya saat itu diberikan asupan oksigen. Namun tidak tersedianya oksigen di puskesmas, membuat bayi tersebut di rujuk di rumah sakit,” kata Nurbayani.

Menurut Nurbayani pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk menolong bayi tersebut sebab saat itu denyut jantung bayi masih ada.

“Saat lahir bayi tersebut ada kelainan sehingga pihak puskesmas beri surat rujukan kerumah sakit. Bahkan saat menuju rumah sakit tidak menggunakan mobil ambulance hanya menggunakan mobil pribadi yang di antar oleh bidan pendamping,” ujarnya.

Nurbayani menambahkan dalam perjalan bersama keluarganya pihaknya di intruksikan mencari oksigen puskesmas tersedekat. Namun ketersedian oksigen juga tidak ada.

“Bayi tersebut seharusnya diberikan oksigen sebagai pertolongan pertama, tapi di puskesmas sudah lama tidak ada oksigen begitu sampai di rumah sakit sudah tidak bernyawami andainya ada oksigen kemungkinan masih bisa di selamatkan,” tutur Nurbayani.

Kepala Puskesmas (Kapus) Pakue Utara, Alfrianus, SKM mengatakan kekosongan tabung oksigen di puskesmas, disebabkan kosongnya ketersedian tabung oksigen di gudang Dinas Kesehatan.

“Ada memang bayi meninggal dunia yang diduga tidak adanya asupan oksigen sebagai pertolongan pertama. Ini imbas dari kosonganya oksigen di gudang dinas,” kata Alfrianus.

Bahkan menurut Alfrianus pihaknya beberapa kali melakukan permintaan oksigen kepihak dinas, selalu tidak ada bahkan kebutuhan oksiges seolah di batasi Dinas kesehatan.

“Jadi Kalau ada pasien yang kritis tetap kita rujuk,meski sudah berusaha tapi sudah tidak bisa berbuat apa, sebab oksigen tidak ada,”tandasnya. (cr11/lex)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.