Ayo Bekerja Entaskan Kemiskinan, Mentan Serahkan Bantuan ke Warga Prasejahtera di Purbalingga

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PURBALINGGA– Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (kementan) terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (bekerja).

Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebe, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kementan memberikan sejumlah bantuan program Bekerja bagi warga yang tergolong miskin berupa peternakan dan tanaman perkebunan. Bantuan Bekerja itu dibagi kepada 510 Rumah Tangga di Desa tersebut yang tergolong prasejahtera.

“Jadi bantuan jangka pendeknya ayam, jangka panjangnya tanaman pisang.” Kata Mentan Andi Amran Sulaiman saat turun langsung memberikan bantuan kepada warga di Desa Sangkanayu, Selasa (8/5).

Peternakan ayam yang diberikan mentan merupakan bibit khusus yang nantinya akan menghasilkan telur sebanyak 50 butir setiap harinya saat menetas selama dua tahun.

Dengan program ini, Amran Sulaiman optimis bakal menekan angka kemiskinan di Purbalingga di bawah angka 10 persen.

“Ini juga (ayam) bisa ditetaskan. Sehingga bisa jadi seribu ayam satu rumah tangga. Katakanlah 100 ekor, berarti butuh 2 hari. Ini bukan lagi prasejahterah tapi sejahterah,” yakin Amran.

“Saya pastikan 3 tahun kemiskinan di sini turun di bawah 10 persen,” katanya.

Selain pisang, tanaman durian juga merupakan budaya pertanian warga setempat. Sejumlah bantuan jangka panjang dibagi dengan sistem klaster. Di purbalingga ada 12 klaster. Yakni mengacu pada tanaman tahunan.
Hingga bantuan tanaman durian ini nantinya bisa bentuk satu  industri yang bisa mencukupi skala ekonomi.

“Ini perintah presiden agar bergerak ke desa-desa untuk menekan kemiskinan dengan pola yang produktif,” jelas Amran.

Kabupaten purbalingga merupakan Kabupaten yang ke 5 yang dikunjungi Andi Amran Sulaiman dengan program Bekerja.

Purbalingga termasuk tingkat kemiskinan nomor 4 di Provinsi Jawa Tengah atau 18 persen.

Kata Bupati Purbalingga Tasdi menjelaskan, kemiskinan di Purbalingga dilihat dari sejumlah rumah yang tidak layak dihuni.

Di tahun 2016, Pemerintah Purbalingga tela berhasil merehap sebanyak 4500 buah rumah tak layak dihuni.  Dari total yang berhasil direhab sebesar 4900 buah rumah tak layak dihuni.

“Sekarang kami anggarkan 500 rumah termasuk dari NU, Muhammadiyah, Perkumpulan PMI, Apindo, rumah sakit slSwasta, Negeri, pak Camat dan pegawainya hingga kepala sekolah dan murid-muridnya,” ujar Tasdi saat berbincang dengan Amran Sulaiman.

“Jadi kita, dua tahun baru berhasil merehap 9000 rumah. Kemarin kita dapat Muri karena berhasil merehap 9.000 rumah selama dua tahun,” papar Tasdi

Dijelaskan Tasdi, yang masih tersisa rumah tak layak huni sekitar 18 ribu buah termasuk di Desa-desa si Purbalingga.

“Inilah yang menyebabkan angaka kita berada di 18,8 persen kemiskinan. Nomor empat di Jawa tengah setelah Wonosobo, Kebumen, Brebes dan Purbalingga.” ulas Tasdi.  (**)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...