Pakai Fasilitas Negara, Rapat Parpol Pendukung Jokowi Dikritik

Selasa, 8 Mei 2018 11:55

FAJAR.CO.ID — Pertemuan para sekretaris jenderal partai politik pendukung petahana Joko Widodo dilakukan di kantor Sekretariat Kabinet (Seskab), Komplek Istana, Jakarta, kemarin (7/5/2018). Pertemuan tersebut menuai kritik karena dilakukan di dalam Komplek Istana.Kritikan datang dari Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW). HNW menyebutkan, sekalipun pertemuan tersebut diundang oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, seharusnya bisa dilakukan di luar Komplek Istana.”Harusnya kan juga mementingkan fatsun dan aturan-aturan. Alangkah lebih elok kalau Seskab pun selenggarakan di luar kantor Setkab,” ujar politisi senior PKS ini di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2018).HNW menilai, posisi politik saat ini utamanya jelang Pilpres 2019, sudah terpecah menjadi dua kubu. Kubu itu adalah pendukung pemerintah dan opisisi di luar pemerintah.Menurutnya, pertemuan yang juga dihadiri partai politik non kabinet tetapi mendukung Jokowi itu sudah bukan lagi membahas soal negara. Tetapi lebih pada konteks politik Pilpres pemenangan Jokowi periode kedua.”Ini kan politik murni, politik praktis. Sekarang kan ada namanya koalisi pendukung pemerintah, lakukan saja dalam konteks itu agar tidak menghadirkan kontroversi,” jelas HNW.Sebelumnya, kritik serupa disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, karena pertemuan itu adalah kepentingan partai bukan untuk negara.”Harusnya dicari tempat lain, misalnya di salah satu markas partai atau rumah ketua umumnya. Kalau di Istana ya jadi abuse of power,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Komentar