Tanggapi Jubir NH-Aziz, Akademisi: Koruptor itu Bukan Soal Aturan, Tapi Moril

Selasa, 8 Mei 2018 17:38

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akademisi UIN Alauddin, Muh Ridha, mengomentari pernyataan Juru Bicara Nurdin Halid-Aziz Muzakkar, Risman Pasigai.Ikhwalnya, Ridha sempat mengeluarkan statement perihal koruptor dan pembohong. Menurut Ridha, koruptor dan pembohong adalah sifat yang tak layak dimiliki seorang calon pemimpin. Kubu NH-Aziz pun seolah-olah terpancing. Yang ditandai dengan komentar Risman Pasigai.”Dia tidak ngerti apa yang saya sampaikan soal malu memilih koruptor. Itu bukan soal PKPU nomor 15 tahun 2017. Itu soal moril, soal cara kita membuka mata lebih memilih mantan koruptor daripada yang bersih dan berkinerja,” tukas Ridha, Senin (7/5/2018).”Jadilah jubir yang menjelaskan, bukan malah membuat makin tidak jelas,” sambung Ridha.Dipertegas Ridha, pembohong dan korupsi itu adalah masalah moral. Jadi, pada pernyataan sebelumnya, Ridha tidak menyinggung soal aturan KPU. ”Ini bukan soal aturan tertulis. Ini soal moril. Berbohong dan korupsi itu isu moral,” pungkasnya.Sebelumnya, Risman Pasigai menanggapi kritik dari pemberitaan adanya akademisi yang masih mempersoalkan pencalonan Nurdin Halid di Pilgub Sulsel.Ia mengatakan, akademisi yang masih mempersoalkan masa lalu Nurdin Halid tentang pernah tersangkut kasus hukum belum memahami isi dan kuatan dari peraturan pilkada.“Kalau ada akademisi yang mempersoalkan posisi Pak NH yang pernah dipidana, maka orang tersebut perlu membaca ulang UU Pilkada dan PKPU,” ucapnya.

Bagikan berita ini:
7
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar