Suruh Anggota Keluarga Salat di Musala, Si Kakek Ternyata Mau Gantung Diri

Rabu, 9 Mei 2018 - 03:18 WIB
Wardi, 73, warga Dusun Mbawi Kulon, Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. (Foto: Yudi Handoyo/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Kakek usia 73 tahun bernama Wardi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri sekira pukul 18.00 WIB, Senin (7/5/2018).

Korban gantung diri di tangga rumahnya di Dusun Mbawi Kulon, Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Menurut Kapolsek Kerek, AKP Mujito, peristiwa nahas tersebut bermula saat korban memerintahkan seluruh anggota keluarganya untuk segera berangkat ke musala menunaikan salat Magrib.

Mendapat perintah suaminya itu, istri beserta anaknya tanpa membantah pergi ke musala. Beberapa hari terakhir, usai pulang umroh dari tanah suci sikap suaminya berubah terlihat aneh tidak seperti biasa sebelum berangkat umroh.

“Korban sering berucap dan bertingkah aneh usai menjalankan ibadah umroh,” kata AKP Mujito, menerangkan kepada wartawan, Selasa (8/5/2018).

Sebelumnya, keluarga korban yang sempat curiga atas perintah Wardi. Meski curiga tetap menjalankannya. Namun akhirnya segera kembali ke rumah usai menunaikan salat. Pihak keluarga sempat dibuat kesulitan, sebab pintu depan rumah terkunci dari dalam, sehingga pintu rumah terpaksa didobrak.

“Pintu terpaksa didobrak, ternyata korban terlihat sudah meninggal tergantung di tangga besi rumahnya. Waktu kejadian korban menggunakan pakaian ihram,” Jelas Kapolsek Kerek.

Berdasarkan keterangan keluarga, warga sekitar, dan pengakuan dari perangkat Desa Hargoreto, ketika bertemu terakhir dengan korban pembicaraannya sudah nglantur kemana-mana. Wardi kerap berbicara tentang kematian dan jika korban meninggal memberi wasiat untuk dimakamkan di TPU desa setempat.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, di antaranya dua lembar kain Ihrom, satu potong celana pendek warna hitam, satu stel pagar besi stanlis pegangan tangga, tiga lembar surat wasiat dengan tulisan tangan huruf Jawa Pegon.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban, korban murni meninggal dunia karena gantung diri,” tutup AKP Mujito. (yud/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.