Tersangka Atraksi Maut Digalas Mobil Bisa Bertambah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Polisi terus mendalami kasus tewasnya Rangga (16) saat atraksi ekstrem pada wisuda santri pondok pesantren (Ponpes) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kholil, Kamis (3/5) lalu.

Dikatakan Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, hasil pemeriksaan sementara telah ditetapkan dua tersangka yakni WO yang berperan sebagai sopir mobil Mitsubishi L300 dan MSA, koordinator Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa.

Dari hasil visum, penyebab kematian diduga karena tubuh korban tidak mampu menahan beban mobil Mitsubishi L300 yang digunakan untuk melindas tubuh korban dan lima rekannya. Sehingga saat dilindas, korban tidak bisa bernapas hingga mengembuskan napas terakhirnya. “Ada dugaan korban mengalami luka dalam,” ujar kapolres kepada Berau Post kemarin (7/5).

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Berau, guna secepatnya menyelesaikan berkas perkara. Pihaknya juga secepatnya menggelar rekonstruksi atraksi maut tersebut, dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

Polisi, lanjut dia, juga akan meminta keterangan lima rekan korban yang selamat dalam atraksi tersebut, untuk melengkapi berkas penyidikan.

“Memang pihak keluarga korban tidak melaporkan kejadian ini. tapi ini masuk dalam delik umum,” jelasnya.

Ditanya kemungkinan adanya tersangka lain, kapolres tidak mau buru-buru memberikan jawaban karena polisi terus pendalaman. “Yang jelas tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain karena kami masih terus melakukan pendalaman,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena menjelaskan, setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi, pihaknya telah menetapkan dua tersangka. Yakni sopir mobil Mitsubishi L300 dan Koordinator Perguruan Pagar Nusa sebagai penanggung jawab atraksi ekstrem tersebut.

Karena korban yang masih di bawah umur, maka pelaku juga diancam dengan jeratan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang 35 Tahun 2014, serta Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), atas kelalaiannya yang menyebabkan anak di bawah umur meninggal dunia. “Ancamannya lima tahun penjara,” ujarnya.

Pihaknya juga segera melakukan gelar perkara untuk kepentingan pendalaman penyidikan. Mobil Mitsubishi L300 yang digunakan saat atraksi, sudah diamankan jajarannya sebagai barang bukti.

Diketahui, momen perpisahan kelas IX yang digelar MTs Al-Kholil di Jalan Limunjan, RT 21, Kelurahan Sambaliung pada Kamis (3/5) pagi, berujung maut. Salah satu peserta tewas dalam atraksi tersebut.

Kronologis yang diterima dari jajarannya, atraksi yang dilakukan Rangga bersama lima rekannya, mengharuskan mereka dilindas sepeda motor dan mobil pikap Mitsubishi L300.

Pada atraksi pertama, dilindas sepeda motor, enam santri itu berhasil melaluinya dengan selamat. Namun, pada atraksi selanjutnya yakni dilindas menggunakan pikap, Rangga dan santri lainnya berinisial JO, dibuat tak sadarkan diri. Sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. “Setelah sampai di rumah sakit, Rangga telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara JO langsung mendapat perawatan insentif di rumah sakit,” ucapnya. (*/oke/udi)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...