Harga Daging Bikin Daerah Kena Tegur

  • Bagikan
Pedagang di Pasar Bolu, Toraja Utara, Kamis (30/11/2017). (FOTO: FREDERICH SUSELISU/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Tim gabungan dari Kepolisian Resort Bulungan bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara (Disperindagkop Kaltara), tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk. Hal ini dilakukan setelah adanya pemberitaan mengenai harga daging mengalami kenaikan yang cukup tinggi.“Jadi kami dapat teguran dari Kementerian Perdagangan jika di Kaltara ada kenaikan harga daging, makanya kami lakukan pengecekan harga,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kaltara, Hj Hasriyanti kepada Kaltara Pos, Selasa (8/5).Tak ingin kecolongan adanya harga daging naik terutama daging sapi menjelang Ramadan, dirinya memastikan akan terus melakukan pemantauan. Pasalnya sidak tersebut dilakukan setelah adanya laporan harga daging mencapai harga Rp 160.000 per Kilogram. Setelah dicek ternyata masih stabil dari harga Rp 145.000 hingga Rp 150.000 per Kilogram.“Daging lokal yang kami temukan masih normal saja, pedagang jual dari harga Rp 145.000 hingga 150.000 sekilonya. Jadi harga yang kemarin sampai Rp 160.000 itu tidak ada,” paparnya.Bahkan harga itu akan bertahan hingga hari lebaran mendatang, sehingga nantinya tim gabungan hanya memantau saja. Khusus daging sapi lokal itu lebih tinggi harganya karena menggunakan sapi yang dipotong dari rumah pemotongan hewan (RPH). Sementara ada juga yang beredar daging beku itu harganya dari kisaran Rp 75.000 per Kilogram.

  • Bagikan