Alasan Polri Tak Langsung Serbu Napi Rutan Mako Brimob

Minggu, Maret 24, 2019 - 12:26 pm WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (Foto: Dok JPG)

FAJAR.CO.ID — Narapidana kasus terorisme (napiter) sempat mengambil alih beberap blok dan melakukan penyanderaan terhadap sejumlah anggota Polri di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Depok. Lima polisi kemudian dinyatakan tewas dan satu lainnya berhasil diselamatkan.

Operasi penanggulangan terorisme dan pembebasan sandera baru dinyatakan selesai pada Kamis (10/5) pukul 07:15 WIB, atau 38 jam pasca-kerucuhan terjadi.

Pasca pecahnya bentrokan, muncul pertanyaan alasan Polri tidak langsung melakukan penyerbuan terhadap napiter.

Menjawab hal itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, langkah tersebut diambil untuk meminimalisasi korban.

Mantan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 itu menerangkan, dari 156 napiter yang saat itu berada di dalam rutan, terdapat sejumlah kelompok yang menolak adanya kekerasan terhadap anggota Polri.

“Kami tahu di dalam ada kelompok pro, kontra . Ada yang dukung kekerasan, ada yang tidak ingin. Itu yang menjadi pertimbangan kami agar jangan sampai ada korban yang banyak. Padahal ada yang tidak ingin melakukan kekerasan,” ungkap Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5/2018).

Dengan pertimbangan tersebut, kemudian Tito menyampaikan kondisi itu kepada Presiden RI Joko Widodo. Dia melaporkan pada Presiden, Polri akan memberikan peringatan kepada para napiter untuk menyerahkan diri hingga Kamis pagi.

Jika ultimatum tersebut tidak digubris, maka petugas siap mengambil langkah tegas.

“Sehingga saya sampaikan ke Pak Presiden, bahwa ada situasi seperti itu dan kami berikan warning. Tapi kami minta izin, saya paham bahwa tindakan tegas akan dilakukan (jika warning tidak digubris),” lanjut Tito.

Para napiter sendiri nyatanya banyak yang menuruti ultimatum tersebut. Terbukti dari dibebaskannya seorang anggota Polri, Brigadir Iwan Sarjana dari penyanderaan. Kemudian disusul di dengan penyerahan diri 145 napiter. Sedangkan 10 napiter lainnya diberikan tindakan tegas karena tidak mau menyerah.

“Alhamudlillah satu sandera anggota Polri, Brigadir Iwan Sarjana jam 12 malam itu dilepas oleh mereka. Dan besok paginya mereka kemudian keluar menyerahkan diri,” pungkas Tito. (sat/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *