Politik Bangsa Didominasi Orang Tua, Al-Ghazali: Dorong Anak Muda Jadi Wapres 2019

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wajah politik Indonesia sejauh ini masih dihiasi oleh muka-muka lama. Politisi di negeri dengan demokrasi terbesar di dunia ini masih didominasi oleh politisi senior.Kondisi ini membuat peran anak muda untuk mengambil bagian dalam pentas politik bangsa makin terancam. Padahal, stok anak muda cerdas di bangsa ini sangat banyak. Kondisi ini membuat Ketua Umum Anak Muda Indonesia (AMI) Al-Ghazali Musaad angkat bicara.Menurut Al-Ghazali, mayoritas anak muda mengalami marginalisasi peran yang dahsyat dalam konstelasi pembangunan politik. Padahal, anak muda Indonesia berpotensi dari level lokal hingga nasional sangat banyak.”Gelanggang politik masih didominasi kaum tua. Orang muda kita kelihatannya begitu gampang dimobilisir untuk menjadi “massa jalanan” yang rentan tindakan destruktif,” kata Al-Ghazali lewat rilisnya, Jumat (10/5).Dikatakan Al-Ghazali, kelemahan anak muda saat ini adalah kurangnya sosialisasi dan kecerdasan mereka belum sepenuhnya diaktualisasi dalam bentuk gerakan-gerakan perubahan.”Jika mereka diberi ruang yang lebar untuk mengaktualisasikan potensi tersebut, mimpi akan perubahan mudah terwujud. Beragam kreativitas dan inovasi akan bermunculan ketika anak muda didorong dan diberdayakan secara profesinal,” ucapnya.Untuk itu, kata Al-Ghazali salah satu cara untuk menghadirkan peran anak muda dikanca perpolitikan bangsa adalah memberikan ruang dan panggung kepada mereka. “Rapimnas AMI yang akan di laksanakan pada, (12/5) besok adalah ajang mengkonsolidasikan kekuatan kaum muda untuk merespon berbagai masalah sosial politik nasional,” akuinya.

  • Bagikan