Resmi Tersangka, Taufan Pawe Siap-siap Dijemput Paksa

Jumat, 11 Mei 2018 - 14:35 WIB

FAJAR.CO.ID — Wali kota Parepare nonaktif, Taufan Pawe (TP), telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Pelanggaran Pidana Pemilukada melalui Program Pembagian Rastra tahun 2018.

Koordinator Penyidik Sentra Gakkumdu yang juga Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Parepare, AKP Herly Purnama, saat dikonfirmasi, Jumat (11/5) mengatakan bahwa pihaknya sudah berulang kali melayangkan panggilan.

Untuk panggilan ketiga, kalau yang bersangkutan (Taufan Pawe) masih tetap tidak kooperatif, maka penyidik gakkumdu akan melakukan upaya penjemputan paksa. “Nanti sistemnya diatur apakah dijemput di bandara,” tegas Herly.

Herly menjelaskan, dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diteruskan Sentra Gakkumdu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, status Taufan Pawe sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Pelanggaran Pidana Pemilukada melalui Program Pembagian Rastra tahun 2018.

“Surat panggilan yang kami (penyidik gakkumdu, red) layangkan ke Taufan Pawe itu panggilan pemeriksaan sebagai tersangka, dan sudah dua kali kita panggil tapi yang bersangkutan tidak hadir,” jelasnya.

Pada panggilan pemeriksaan pertama, kata dia, TP tidak hadir karena alasan berada di Jakarta, sementara panggilan kedua tidak dihadiri lagi dengan alasan berangkat umrah. Pada panggilan kedua yang dijadwalkan hari ini, Jumat, 11 Mei 2018, seharusnya yang bersangkutan hadir karena informasi dari Tim TP pada Kamis bahwa yang bersangkutan bersedia hadir.

“Tapi ternyata Taufan Pawe sudah di Makassar pada hari Rabu,” kata dia.

Dihubungi terpisah, Kapolres Parepare AKBP Pria Budi, enggan mengomentari lebih jauh terkait kasus dugaan pelanggaran Pidana Pemilukada tersebut karena berada dalam ranah Sentra Gakkumdu.

“Tanyakan sama sentra gakkumdu. Yang menangani itu gakkumdu,” kata Pria Budi. (fik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.