Tuding Panwaslu dan Polres Enrekang Tak Netral, Alos Kepung Mako Polres

Jumat, 11 Mei 2018 - 17:58 WIB

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Puluhan masyarakat yang mengatas namakan Aliansi Orang Sulawesi Penegak Demokrasi (ALOS), menuding Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Polres Enrekang serta KPUD setempat tidak netral pada pemilihan bupati (Pilbup) Enrekang. Tak ayal, mako Polres Enrekang pun jadi sasaran unjuk rasa masyarakat.

Jenderal lapangan Aliansi Orang Sulawesi Penegak Demokrasi (ALOS), Riswanda dalam orasinya menyatakan Panwaslu dan Polres setempat selaku pihak yang menindaki pelanggaran pidana pemilu dinilai tidak netrali dan profesional dalam menindaki pelanggaran yang terjadi.

Salah satunya kasusu Pancasila oleh calon tunggal bupati Enrekang, Muslimin Bando (MB) yang laporkan simpatisan kotok kosong berapa waktu lalu.

“Panwas dan Polres tidak netral dan profesional dalam menindaki pelanggaran yang terjadi. Lihat kasus Pancasila sampai sekarang tidak ada kabarnya,”teriak Riswanda.

Selain itu, Riswanda juga menuding kedua lembaga tersebut terkesan diskriminatif tidak menindak lanjuti laporan warga pelanggaran pasangan tunggal calon bupati dan wakil bupati Enrekang, Muslimin Bando-Asman (MB-Asman). Sementara jika laporan dari paslon tersebut langsung di tindak lanjuti.

“Panwas dan Polres terkesan tebang pilih dalam menindak lanjuti pelanggaran yang terjadi seperti,”kata Riswanda.

Sementara Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Abd Haris Nicholaus membantah atas tudingan tersebut, jika pihaknya tidak memproses kasus tersebut yang pernah dilaporkan masyarakat. Hanya saja, kasus Pancasila tersebut ditangguhkan penyelidikanya setelah ada perintah Kapolri.

“Kasusnya untuk semetara ditagguhkan sesuai perintah bapak Kapolri, bahwa kepada calon Gubernur,Walikota dan calon Bupati yang tersangkut suatu dugaan tindak pidana selama tahapan pilkda. Nanti dilanjutkan penyelidikanya setelah tahapan Pilkada selesai,” jelas Abd Haris. (suherman/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.