Anak Gajah Dirantai di Penangkaran, Ini Tanggapan BKSDA Balikpapan

FAJAR.CO.ID -- Sebuah komunitas peduli satwa yakni Jakarta Animal Aid Network menyoroti anak gajah di penangkaran Teritip yang dikelola oleh PT Surya Raya Teritip melalui akun instagramnya. Mereka menghujat pengelola yang merantai seekor anak gajah kemudian dipisahkan oleh induknya tersebut.

Mereka pun menuding pihak pengelola tidak punya izin resmi dalam mengelola gajah.

Hal ini pun mencuat hingga ke sejumlah pihak terkait di Balikpapan tanpa terkecuali BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) seksi Balikpapan yang ikut menyorot permasalahan ini.

Staff BKSDA Balikpapan, Amos mengatakan, apa yang diposting tersebut tak sepenuhnya benar, di mana seekor anak gajah yang dirantai tersebut memang merupakan anak gajah hasil kembang biak pengelola di tempat tersebut.

Di mana dua ekor gajah sepasang dibawa dari Sumatera lalu dirawat di Teritip. Saat dirawat sang betina melahirkan anak gajah tersebut, namun beberapa tahun kemudian sang jantan mati. Oleh pengelola, anak gajah yang diperkirakan berusia 14 tahun ini dirantai hanya untuk mencegah terpisah dari induknya.

"Kalau soal yang anak gajah tidak ada indukannya itu tidak benar. Itu memang anak gajah yang pada saat itu memang melahirkan di sana. Sedangkan untuk masalah gajah itu dirantai itu artinya dia dirantai untuk dia ditempatkan di kandangnya itu," paparnya.

Sebenarnya, sambung dia, anak gajah yang dirantai itu hanya untuk di lingkungan situ aja. Sementara soal makannya telah disiapkan. "Kondisinya itu kan tidak dipisahkan hanya dikasih jarak saja, karena kalau dipisahkan jauh anaknya saling mencari," katanya saat dihubungi kemarin.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...