Terus Kritik Duterte, Hakim Agung Filipina Dipecat!

FAJAR.CO.ID -- Mahkamah Agung (MA) Filipina memutuskan untuk memecat hakim Agung mereka, Maria Lourdes Sereno, karena terus berada di bawah tekanan usai berseteru dengan Presiden Rodrigo Duterte.

Perseteruan itu ada hubungannya dengan kampanye perang melawan narkoba.

Sereno adalah salah satu dari beberapa kritikus terkenal Filipina yang menjadi 'sasaran' setelah pembicaraannya yang menentang kebijakan Duterte.

"Sereno dengan ini dinyatakan bersalah, dan tidak membutuhkan tindakan lanjut dari pengadilan," kata Juru Bicara MA Filipina, Theodore Te, dilansir dari SCMP pada Jumat, (11/5/2018).

Dalam sidang, Sereno yang merupakan perempuan pertama yang menjadi ketua MA di negara itu, oleh pengadilan dianggap gagal melaporkan aset dan kewajiban lainnya selama beberapa tahun terakhir.

Selain itu, Sereno juga menghadapi upaya pemakzulan dirinya di majelis rendah, sebuah langkah yang diyakini sebagian kalangan sebagai upaya Duterte menyingkirkan musuh-musuh politiknya.

Sereno bertekad akan melawan upaya untuk menggulingkannya. "Kondisi negara saat ini adalah seseorang yang dianggap sebagi musuh sang pemimpin maka dianggap sah untuk dilecehkan, diintimidasi, dan dipersekusi," ujar Sereno.

Duterte bulan lalu mendesak anggota parlemen untuk mempercepat pemecatannya. Sereno dituduh gagal membayar pajak sekitar USD 40.000, serta memalsukan dan merusak resolusi pengadilan. Dia juga diduga menghabiskan terlalu banyak biaya di hotel-hotel mewah dan kendaraan dinas mewah.

Sereno adalah hakim agung kedua berturut-turut yang akan digulingkan di Filipina. Anggota parlemen menghukum pendahulunya, Renato Corona, pada tahun 2012 atas tuduhan korupsi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...