Dianggap Kumuh, Pasar Buku Murah akan Digusur

Minggu, 13 Mei 2018 19:23
Dianggap Kumuh, Pasar Buku Murah akan Digusur

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Pedagang Kampung Penatu tengah menghadapi masa genting. Wadah jual beli buku murah, barang loak, pusat percetakan dan pengetikan Banjarmasin tempo dulu ini terancam dibongkar. Alasannya, wajah pasar yang muram dan kumuh.Kabar pembongkaran mencuat dari terbitnya surat somasi tanggal 19 Maret. Dari kuasa hukum pemilik tanah Pasar Sukaramai (nama resmi Kampung Penatu), Abdullah Saleh. Dialamatkan pada seluruh pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di Kampung Penatu. Isi somasi, bangunan yang selama ini disewa pedagang bakal dipugar oleh empunya lahan.”Dibongkar. Kondisinya sudah terlalu kumuh. Kami yang punya lahan berhak memanfaatkannya,” tukas Abdullah, kemarin (11/5). Ditanya mau dijadikan apa, dia enggan menjawab rinci.Soal relokasi, advokat dari Kantor Hukum Abdullah M Saleh & Associates ini mengklaim akan membicarakannya dengan pemko. Khususnya dari bidang pengelolaan pasar. “Kami ingin menyelesaikan secara baik-baik. Manusiawi saja,” timpalnya.Memang benar, tanah pasar di Jalan Pangeran Samudera ini dimiliki oleh kliennya atas nama Abdullah Djaperi, Ahmad Umar, dan Hadji Idjam. Namun, seluruh pedagang rata-rata sudah membeli tokonya sendiri.

Bagikan berita ini:
9
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar