Dituduh Kencing di Taksi, Wanita Ini Protes Uber

Minggu, 13 Mei 2018 - 00:09 WIB
Nikki protes Uber. (Foto: via Daily Mail)

FAJAR.CO.ID — Wanita bernama Nikki keberatan dengan pihak Uber yang mengambil uang dari rekeningnya sebesar $ 150 atau sekitar Rp2,1 juta. Pihak Uber beralasan, wanita 23 tahun itu telah kencing di kursi mobil dan dikenakan biaya pembersihan.

Nikki mengatakan dirinya adalah korban terbaru dari ‘penipuan biaya pembersihan’ di mana sopir taksi online itu menuduhnya kencing di kursi mobilnya. Biaya pembersihan $ 150 itu menurutnya diambil tanpa peringatan oleh pengemudi Uber.

Wanita dari Sydney itu sebagaimana laporan Yahoo 7 menceritakan bahwa dia mengambil Uber dari Sydney CBD ke Kellyville di barat laut Sydney pada malam tanggal 27 April setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dua minggu kemudian, biaya pembersihan $ 150 diambil dari rekening banknya.

Menurutnya, tuduhan bahwa ia kencing di kursi mobil sama sekali tidak benar. Nikki mengatakan dia duduk di bangku basah di bawah perhentian bus untuk berteduh dari hujan deras setelah memesan Uber.

“Saya mengirim email kepada Uber mengenai biayanya. Mereka mengklaim bahwa pengemudi telah mengambil biaya pembersihan untuk urin yang ditemukan di Uber,” kata Nikki kepada Yahoo 7.

Dalam gambar yang dibagikan Uber ke wanita itu, cairan yang tidak dapat diidentifikasi dapat dilihat di kursi belakang. “Saya yakin pengemudi Uber memutuskan untuk mengambil keuntungan dari situasi saya dengan secara salah mengenakan biaya pembersihan kepada saya,” tuding Nikki.

Lebih lanjut, Nikki mengatakan tidak ada cara bagi Uber untuk membuktikan apa benar ia kencing di kursi. Dan pada akhirnya, Nikki menerima pengembalian uangnya setelah terus menerus mengejar Uber atas masalah tersebut tanpa henti. “Aku tidak mabuk,” kata Nikki.

Nikki telah memperingatkan penumpang lain untuk berhati-hati dan mengambil foto saat bepergian sendiri. Sementara pihak Uber menegaskan mereka akan selalu menanggapi laporan yang masuk. “Kami secara aktif melihat laporan di mana penipuan dapat dideteksi dan mengambil tindakan yang sesuai pada akun tersebut,” kata juru bicara Uber. (Daily Mail/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.