Polda Jatim: 3 Bom di Surabaya Meledak Hampir Bersamaan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Pihak kepolisian Surabaya menegaskan bahwa jumlah gereja yang diserang bom pada pagi ini (Minggu, 13/5) hanya ada tiga. Penegasan itu sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, kepada wartawan di lokasi.

Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa bom juga terjadi di Gereja Clara Gubeng, Gereja di Tegalsari dan Pagesangan.

Adapun ledakan bom di Surabaya yang dikonfirmasi oleh Polda Jatim terhadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang terletak di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 Surabaya, dan Gereja Pantekosta, Jalan Ajungan Surabaya.

“Hanya ada 3 gereja yang diserang bom,” tegas Frans Barung.

Dia menjelaskan bahwa bom di Santa Maria mengakibatkan sebanyak 13 orang dirawat di rumah sakit.

Sementara 2 orang dinyatakan meninggal dunia, yang terdiri dari pelaku pemboman dan jemaat gereja.

“13 orang dirawat, ada dua yang meninggal. Ada ibu-ibu yang meninggal,” tuturnya kepada wartawan.

Ledakan bom yang terjadi di tiga lokasi gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) terjadi hampir bersamaan. Ketiga ledakan itu terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

Di Santa Maria, bom meledak pada pukul 7.30. “Ada yang 7.35 dan ada yang 7.40,” terangnya kepada wartawan.

Saat ini, polisi tengah melakukan penutupan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP di tiga lokasi ledakan. (ian-dzk/rmo)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...