Teror Bom, Alhabsyi: Menkopolhukam Harus Bekerja Lebih Keras

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Aksi teror bom kepada tiga Gereja di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada, Minggu (13/5) pukul 07.15 WIB menelan korban jiwa. Berdasarkan keterangan Polda Jatim, sudah delapan korban meninggal dunia dan 32 orang mengalami luka-luka. Aksi bom bunuh diri ini menambah daftar kejadian teror di Indonesia. Sebelumnya, pada Selasa (8/5) kemarin terjadi aksi saling tembak antar narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, Jawa Barat (Jabar) yang menewaskan enam anggota polisi dan satu narapidana. Selain itu, ada juga korban luka-luka akibat kejadian tersebut. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abor Bakar Alhabsyi mengutuk aksi teror bom di Surabaya, yang menewaskan dan melukai puluhan orang. Aksi pengeboman depan Gereja Katolik Santa Matia adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama manapun. "Kita mengutuk teror yang terjadi hari ini di Surabaya. Tindakan pengeboman di depan gereja Katolik Santa Maria adalah perbuatan keji yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama apapun. Kita sampaikan bela sungkawa atas jatuhnya korban, semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan," kata Alhabsyi kepada Fajar Indonesia lewat pesan WhatsApp, Minggu (13/5). Dikatakan politisi yang biasa disapa Habib Aboe itu, aksi teror bom yang dilakukan oleh oknum-oknum tak dikenal ini menjadi pelajaran buat semua pihak di bangsa ini agar terus mawas diri dengan berbagai ancaman. Untuk itu, Intelkam dan Inteljen diperlukan untuk mengantisipasi setiap gangguan keamanan yang akan terjadi. "Deteksi dini dan pencegahan yang cepat menjadi kunci penanganan terorisme di Indonesia. Tentunya hal ini perlu melibalkan sinergi antar berbagai lembaga negara seperti kepolisian, TNI, BNPT, maupun BIN. Menko polhukam harus bekerja lebih keras untuk mengkoordinasikan kerja lintas sektor tersebut," tutur Habib Aboe. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA

Comment

Loading...