Bawaslu Jangan Tutup Mata, Minta Pembagian Alsintan Kementan Diusut

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) L-PACE Hertasmin Dg Gau angkat bicara terkait dugaan politisasi pembagian alat pertanian berupa handtracktor serta Alsintan yang diduga untuk kepentingan kandidat tertentu di Pilgub Sulsel.

Menurutnya, pembagian alsintan di Kabupaten Maros dan di daerah lain kata Hertasming bisa menciderai proses demokrasi yang tengah berlangsung di Sulsel.

Baik Panwaslu maupun Bawaslu Sulsel menurut Hertasming jangan menutup mata dengan pembagian sarat dengan kepentingan politik itu.

"Bawaslu harus turun tangan. Kejadian ini sudah berulang kali. Bawaslu tidak boleh menutup mata. Harus diawasi karena hal itu sarat kepentingan politik," tegasnya.

Anehnya lagi, alat-alat pertanian itu disalurkan atas bantuan LSM di daerah. Salah satunya LSM LATANI di Kecamatan Bajeng.

"Struktur pengurusnya juga hampir semua pengurus partai Gerindra Gowa, lingkup wilayahnya juga luar biasa skop pusat, padahal pengurusnya domisili di Gowa" ungkap Ketua L-PACE Sulsel.

Diketahui, dugaan politisasi bantuan Kementan memang terus menggeliat selama tiga bulan terakhir. Bahkan, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman berulangkali ke Sulsel untuk menyalurkan bantuan atau berkunjung ke Kabupaten/kota.

Sebelumnya, Kementan juga membagi-bagikan ayam dan hewan ternak kepada warga. Namun informasi yang berkembang, pembagian tersebut kembali menuai tanggapan miring.

Sekedar diketahui, pembagian alat pertanian tersebut murni dari APBN. Olehnya, keliru jika hal itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu karena bantuan tersebut murni untuk rakyat. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...