Menkes: Biaya Pengobatan Korban Bom Jadi Tanggung Jawab Negara


FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Puluhan korban ledakan bom di tiga gereja di Surabaya tersebar di beberapa rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Pemerintah pun turun tangan langsung untuk meringankan biaya pengobatan pasien korban yang akan menjadi tanggung jawab negara.

Hal tersebut diungkap Menteri Kesehatan RI Prof DR Nila F Moelok SPM (K), dalam kunjungannya ke RSUD Dr Soetomo untuk melihat kondisi korban yang dirawat di UGD.

“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mengobati korban. Dan sudah dikeluarkan oleh bapak presiden bahwa untuk biaya nanti adalah tanggung jawab negara,” ujarnya kepada awak media didampingi oleh Kepala Dinkes Jatim, dr Kohar Hari Santoso dan juga Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Harsono, di GBBT RSUD dr Soetomo, Minggu(13/5).

Dalam kunjungan ini, Menkes melihat langsung empat korban ledakan yang di rawat di Ruang Observasi Itensif UGD RSUD Dr. Soetomo. Melihat keadaan pasien, Menkes mengaku prihatin bahkan mengutuk tindakan tidak berperi kemanusiaan yang dilakukan para teroris ini.

“Kami sudah menyaksikan kondisi korban dan tidak membayangkan jika itu terjadi pada kami,” imbuhnya.

Dari empat korban yang dirawat, tiga diantaranya mengalami 99 persen luka bakar yang parah sementara seorang lagi, Aiptu Ahmad Nurhadi, mengalami luka paling parah karena terkena lempengan pisau di bagian mata dan mengalami luka bakar hingga  20 persen di tubuh. Salah satu  korban lainnya mengalami kepatahan tulang rusuk yang parah.

” Rusuk itu tulang yang paling kuat dalam tubuh. Kalau sampai pecah begitu kiranya sedikit sulit disembuhkan,” imbuhnya.

Saat ini, korban yang mengalami fraktur(patah,Red) tulang telah ditangani sepenuhnya oleh pihak rumah sakit. Korban ini telah turun dari meja operasi sejak minggu sore.

Menkes menyampaikan,  hingga kini korban meninggal akibat bom bunuh diri berjumlah 13 orang sementara korban luka-luka sebanyak 47 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya.

“ Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani korban,” pungkasnya. (sb/is/jay/JPR)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: