Pasca Bom Surabaya, 2.507 Personel Dikerahkan Jaga 153 Gereja di Makassar

Senin, 14 Mei 2018 09:57

FAJAR.CO.ID MAKASSAR — Pasca bom Surabaya, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan meningkatkan pengamanan. Khusus di Kota Makassar, sedikitnya 2.507 personel yang dikerahkan untuk memperketat penjagaan 153 gereja.Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Kombes Pol Irwan Anwar bersama Karo Ops Polda Sulsel Kombes Pol Stephen Nauri, serta Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhan, turun langsung memantau gereja yang ada di kota ini. Di antaranya Gereja Katedral dan Gereja Mariso.”Kami sengaja turun memantau gereja untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Makassar. Terutama bagi jemaat kebaktian pada hari Minggu ini. Untuk pengamanan ibadah umat Kristiani pada siang, sore hingga malam hari di 153 gereja, kita turunkan 2.507 personel,” ungkap Irwan Anwar, kemarin.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, menjelaskan bahwa sejak terjadinya kericuhan di Markas Komando (Mako) Brimob Kepala Dua, siaga satu diberlakukan di Sulsel. Menyusul peristiwa ledakan bom pada tiga gereja di Surabaya, pihak kepolisian di daerah ini semakin meningkatkan pengamanan.Menurut Dicky, pengamanan dan pengawasan dilakukan bersama unsur TNI. Saat ini, intelejen kepolisian dan TNI terus melakukan deteksi di tengah-tengah masyarakat agar keberadaan teroris bisa diketahui.Ia juga berharap peran serta semua elemen masyarakat. Khususnya di tingkat kelurahan dan desa, agar bisa mendeteksi setiap aktifitas mencurigakan di wilayahnya masing-masing. Di tingkat RT/RW pun harus terlibat dalam pengawasan pergerakan teroris itu.“RT/RW harus mengetahui siapa-siapa saja warganya. Kalau ada orang baru harus ditahu asalnya dari mana dan mereka mau bikin apa. Kalau ada mencurigakan, segera laporkan,” ucap Dicky.(*) 

Komentar