Pelaku Teror Bom Mapolrestabes Surabaya Ternyata Juga Satu Keluarga

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Bukan hanya pelaku teror bom di tiga gereja di Surabaya yang merupakan satu keluarga, tetapi pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi tadi pun ternyata satu keluarga.

Keempat pelaku yang tewas dalam bom bunuh diri itu merupakan ayah, ibu dan tiga orang anaknya. Beruntung dalam aksi teror itu, salah seorang anak pelaku berhasil selamat dari ledakan bom.

Berdasarkan data yang dihimpun, ledakan bom di gerbang Mapolrestabes Surabaya ini terjadi sekitar pukul 08.50. Saat itu, terdapat empat anggota polisi yang berjaga. Mereka adalah, Bripda M Maufan, Bripka Rendra,  Aipda Umar dan Briptu Dimas Indra.

Pada saat proses penjagaan, terdapat sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nopol W 1885 AZ yang hendak masuk ke Polrestabes. Kemudian, satu anggota menghentikan mobil untuk melakukan pemeriksaan.

Tak lama kemudian, datang lima orang yang mengendarai dua sepeda motor. Tiga orang yang melaju didepan, mengendari sepeda motor Honda Supra dengan nopol  L 5539 G. Mereka adalah seorang pria, orang perempuan dan anak kecil. Sedangkan motor yang dibelakangnya yakni, Honda Beat nopol L 6629 MF dikendarai oleh dua orang remaja laki-laki.

Belakangan kelima orang tersebut adalah satu kelurga. Mereka adalah, Tri Mulyono,50,  Tri Ernawati, 43, keduanya adalah pasangan suami istri (Pasutri). Pasangan yang tinggal di Jalan Krukah Selatan 11 B/ 11, Ngagel Rejo Wonokromo ini melakukan bom bunuh diri bersama tiga anaknya yakni  M Daffa Amin Murdana, 18, dan M Dari Satria, 14, serta AAP,7,

Setelah mereka berada di gerbang, kelimanya dihentikan oleh tiga orang anggota yang berjaga. Bahkan seorang tukang parkir pun ikut mencoba mengentikan mereka yang mencoba menerobos. Namun setelah beberepa detik kemudian dua bom pun meledak, dari dua motor tersebut.

Ledakan yang cukup keras membuat tiga anggota yang melakukan pemeriksaan dan satu penjaga parkir terpental. Kemudian satu anggota lain yang saat memeriksa mobil juga ikut terluka akibat pecahan bom.

Selain anggota polisi, ledakan pada Senin pagi tersebut juga melukai enam warga sipil salah satunya adalah tukang parkir. Mereka adalah Atik Budi Setia Rahayu, Raden Aidi Ramahdan, Ari Hartono, Ainur Rofiq, Ratih Atri Rahma dan Eli Hamidah.

Setelah terjadi ledakan tersebut polisi lantas melakukan upaya sterilisaisi lokasi. Semua kegiatan yang berada tidak jauh dari lokasi dihentikan, termasuk pedagang, aktifitas kantor dan juga angkot yang ngetem di Jalan Veteran. Kemudian, polisi memasang garis polisi hingga radius 100 meter. (sb/yua/jek/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...