58 Warga Palestina Terbunuh, Erdogan Ancam AS dan Israel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Presiden Turki, Recep Erdogan, menyebut Israel melakukan “genosida” setelah menembak mati lebih dari 50 orang Palestina dalam satu demonstrasi Senin waktu setempat. Presiden Turki juga memastikan akan menarik duta besar dari Israel dan AS.

Pasukan Israel menewaskan 58 warga Palestina dalam demo yang terjadi setelah pembukaan kedutaan AS di Yerussalem.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, 1.200 lainnya luka-luka karena Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggunakan serangan udara dan gas udara pada pengunjuk rasa.

“Apa yang telah dilakukan Israel adalah genosida. Saya mengutuk drama ini, genosida, dari sisi mana pun itu datang, Israel atau Amerika,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah Turki.

Deputi Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag mengumumkan bahwa negara itu akan menarik dubes dari Israel dan AS. Ia juga menyatakan tiga hari berkabung bagi rakyat Palestina yang terbunuh. Afrika Selatan juga menarik duta besar dari Israel sebagai protes atas kematian warga Palestina ini.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga mengatakan dia prihatin dengan “jumlah orang yang mati” di Gaza.

Kerusuhan terjadi saat para pejabat AS secara resmi memindahkan kedutaan Amerika ke Yerusalem, sebuah langkah yang didorong oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui kota sebagai ibu kota Israel tahun lalu.

Palestina juga mengklaim wilayah itu sebagai ibu kota mereka, dan melakukan protes.

Erdogan mengkritik langkah AS ini sebelumnya pada hari Senin. Ia mengatakan Amerika Serikat telah memilih untuk menjadi “bagian dari masalah” dan telah “kehilangan peran mediasi dalam proses perdamaian”.

Israel dan AS telah menimpahkan kesalahan untuk kekerasan di Gaza pada Hamas, sebuah organisasi militan yang memerintah daerah tersebut. “Tanggung jawab atas kematian tragis ini berada di tangan Hamas. Hamas dengan sengaja dan sinis memprovokasi masalah ini,” kata deputi sekretaris pers Gedung Putih, Raj Shah dalam jumpa pers. (Independent/amr/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...