Beredar Kabar Teroris Masuk Toraja, Kapolres: Itu Hanya “Hoax”

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Antisipasi terhadap aksi teror terus dilakukan aparat keamanan menyusul rentetan peristiwa bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini. Petugas menjaga kondusivitas keamanan nasional.

Di balik berita memilukan soal aksi teror, beredar kabar bahwa diduga jaringan teroris telah memasuki wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Tana Toraja.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa terduga teroris tersebut dalam pengejaran aparat setempat saat diketahui menginap di salah satu hotel di Toraja. Dan ciri-ciri yang diduga jaringan teroris tersebut pendek dan berjenggot, namun sempat melarikan diri saat mengetahui ada pemeriksaan.

Terkait kabar teroris yang masuk di wilayahnya, Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait, membantahnya. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Tidak ada teroris, itu hanya hoax,” singkat Julianto saat dihubungi FAJAR.co.id, Senin malam (14/5/2018).

Sebelumnya, pasca-rentetan peristiwa bom bunuh diri di Surabaya, Polda Sulsel beserta jajarannya siaga satu dalam memperketat pengamanan di rumah ibadah utamanya gereja.

“Antisipasi dari kami dengan memperketat keamanan di tempat ibadah. Namun demikian tentunya kita harus lebih keras lagi karena ini terkait dengan ideologi juga. Tentunya semua ini bisa dipantau dengan kerja sama lingkungan masyarakat atau pun dengan komunitas masyarakat,” tutur Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen Napiudin, pada kegiatan pemusnahan barang bukti miras di Mako Polda Sulsel, Senin siang (14/5/2018).

Tak terkecuali dengan TNI memberikan pengamanan berlapis pada semua titik dan objek-objek vital di pemerintahan, begitu pula di daerah perbatasan. (sul/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...